Dialog Edukasi Air Hujan Dorong Praktik Desa dan Arah Kebijakan di Halmahera Timur

Jogjakarta41 Dilihat

Sleman.DIY.Kompas1.id
Sekolah Edukasi Air Hujan Banyu Bening menjadi ruang dialog pembelajaran pemanfaatan air hujan yang menghadirkan Daud Muhammad Ali, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur, Ira Fajriah Hamzah, Kepala Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, serta Sri Wahyuningsih, praktisi air hujan, pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman berbasis praktik mengenai pemanfaatan air hujan sebagai sumber air alternatif yang aman dan berkelanjutan.

Dialog tersebut difasilitasi oleh Sri Wahyuningsih yang menyampaikan pengalaman praktik pemanfaatan air hujan melalui pendekatan edukasi dan pendampingan masyarakat. Pembelajaran dilakukan dengan metode sinau bareng, tanpa relasi guru dan murid, sehingga pengetahuan yang dibangun dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

banner 336x280

Kehadiran perwakilan legislatif dan pemerintah desa dilatarbelakangi oleh pengalaman langsung mengonsumsi air hujan selama bertahun-tahun, serta keinginan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat terhadap manfaat air hujan yang mulai ditinggalkan. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, pemanfaatan air hujan dipandang memiliki keterkaitan dengan isu pertanian, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, muncul rencana tindak lanjut berupa penerapan pemanfaatan air hujan yang dimulai dari lingkup keluarga dan desa. Posyandu disebut sebagai pintu masuk strategis untuk edukasi pemanfaatan air hujan, khususnya dalam kaitannya dengan upaya pencegahan stunting. Kantor desa juga direncanakan menjadi lokasi percontohan agar praktik pemanfaatan air hujan dapat dilihat dan ditiru oleh masyarakat secara lebih luas.

Dari sisi kebijakan, hasil pembelajaran ini diharapkan dapat dibawa ke ruang diskusi legislatif agar pemanfaatan air hujan tidak hanya berhenti pada kampanye, tetapi dapat diarahkan menuju kebijakan dan regulasi daerah yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Timur.

Melalui kegiatan ini, air hujan ditegaskan sebagai salah satu solusi atas persoalan kerentanan air. Masalah air tidak selalu disebabkan oleh ketiadaan sumber air, tetapi juga oleh kualitas air dan cara pandang masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia. Dialog edukasi ini diharapkan menjadi contoh praktik baik yang menginspirasi perubahan nyata di tingkat desa hingga kebijakan daerah, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Sumber : Ainaya Nurfadila

@andisuka_3-2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *