HANTAM, MALUT: Emisi Carbon Mematikan Pabrik Smelter Harita Raksasa Di Pulau Obi

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas 1.id
Jakarta. Harian Advokasi Tambang Maluku Utara, menanggapi serius soal efek mematikan emisi carbon dari Pabrik Smelter Korporasi raksasa di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan.

Melalui Investigasi Independen yang Kami lakukan, bahwa sektor Industri ini juga merupakan penyumbang emisi karbon yang signifikan dan menjadi Alarm pemusnahan masal kepada masyarkat Manusia di pulau Obi. Dengan kata Lain “E²_Genosida”  Energi  Emisi Pembasmi Manusia.

jenis pelanggaran dan kejahatan serius yang dibiarkan oleh negara terhadap Perusahan ini. Padahal jaminan kelangsungan Hidup masyarakat telah tertuang dalam Naskah UUD 1945; Yakni, melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Tapi nyatanya, Masyarakat lokal dipaksa menderita dan akan mati, demi ambisi kemajuan atas nama negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lihat saja, PT Harita Group sampai saat ini, belum memaksimalkan Master Pleant Dekarbonisasi di Wilayah pulau Obi_ Membangun fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon. Disebabkan karena Harita Group belum memiliki tenaga SDM seperti teknisi kontrol emisi, analis kualitas gas, dan operator fasilitas injeksi karbon.

Di tengah riuh rendah kampanye Net Zero Emission oleh Pemerintah, dimana fakta lapangan tidak ada sikap pencegahan nyata terhadap asap smelter Pabrik Nikel tersebut.
Polusi di lokasi pabrik tetap terjadi, warga sekitar harus menghirup racun. Namun secara laporan, perusahaan tersebut bersih dan “suci”. Hutan di pulau Obi hanya dijadikan komoditas dagang untuk melegalkan polusi demi kemajuan.

Baca Juga:  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Masyarakat Pulau Obi, kini menghadapi realitas pahit dari varian “kejahatan gaya baru” yang dilakukan oleh perusahan ini yaitu Genosida. Kasus ini melampaui bukan hanya sekadar pelanggaran administrasi; ini adalah operasi pemusnahan manusia yang memanfaatkan celah regulasi, lemahnya pengawasan di lapangan, dan yang paling krusial_berlindung atas nama Project Strategis.

Dari semua akumulasi persoalan yang kami sampaikan, terkait dengan gebrakan CO² yang berujung pada tindakan Ekosida dan Genosida ini, atas nama lembaga kami akan melakukan konsuldasi masif, menggelar aksi secara besar-besaran. Aksi demonstrasi ini, akan gelar di Kementrian ESDM, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kantor Utama HARITA Group yang ada Di Jakarta.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harumkan Nama Jambi di GBK: Putri AIPDA Hery Jadi Satu-Satunya Pendamping FESI Islami dari Sungai Penuh
Stok BBM Dipastikan Aman,Menteri ESDM Bahlil Lahadalia imbou Masarakat Tetap Tenang”
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa keputusan ini sudah final dan akan diumumkan dalam hitungan hari. Bahkan, ia menegaskan pengumuman tidak akan lewat bulan Maret 2026.
Kementerian Agama RI Menetapkan Satu Syawal 1447 Hijrah Jatuh Pada Hari Sabtu (21/03/2026)
Aktivis kontraS Andre yunus Di siram air keras oleh( OTK) orang tidak kenal Di jakarta pusat”
Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Antara Transisi Energi Rendah Karbon dan Keadilan Ekologis
KPK Resmi Tahan Eks Menteri Agama Yaqut cholil
Mabes Polri Bagikan 1500 Paket Makanan Takjil kepada Masyarakat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

Harumkan Nama Jambi di GBK: Putri AIPDA Hery Jadi Satu-Satunya Pendamping FESI Islami dari Sungai Penuh

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:55 WIB

Stok BBM Dipastikan Aman,Menteri ESDM Bahlil Lahadalia imbou Masarakat Tetap Tenang”

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:31 WIB

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa keputusan ini sudah final dan akan diumumkan dalam hitungan hari. Bahkan, ia menegaskan pengumuman tidak akan lewat bulan Maret 2026.

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:37 WIB

Kementerian Agama RI Menetapkan Satu Syawal 1447 Hijrah Jatuh Pada Hari Sabtu (21/03/2026)

Senin, 16 Maret 2026 - 00:43 WIB

Aktivis kontraS Andre yunus Di siram air keras oleh( OTK) orang tidak kenal Di jakarta pusat”

Berita Terbaru

Berita

Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI

Senin, 29 Jun 2026 - 15:21 WIB

Berita

Becak, Tumpeng, dan Doa Ulang Tahun ke-65 Presiden ke-7 RI

Senin, 29 Jun 2026 - 15:16 WIB