Kompas1.id
Perkuat Peran Perempuan Kristen Menghadapi Tantangan Zaman
SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, secara resmi membuka kegiatan Pekan Umum Wanita Pejuang Iman (WAPIN) ke-15 Gereja Persekutuan Sidang Kristus (GPSK). Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Kantor Sinode GPSK Sintang ini berlangsung pada Senin, 30 Juni 2026, dan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai daerah pelayanan.
Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa sejak awal acara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan Kristen sebagai agen perubahan di tengah dinamika perkembangan zaman yang terus berubah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, pengurus WAPIN, pelayan Tuhan, dan seluruh peserta atas antusiasme serta kerja keras menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan wadah strategis untuk membekali perempuan menghadapi tantangan sosial, budaya, ekonomi, hingga kemajuan teknologi.
“Saya dukung penuh kegiatan ini. Ini ruang positif bagi perempuan untuk bertumbuh dalam iman, memperluas wawasan, dan meningkatkan kontribusi nyata di dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat,” ujar Florensius Ronny.
Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran sentral sebagai sekolah pertama bagi pembentukan karakter anak. Nilai-nilai moral, etika, dan iman yang ditanamkan di rumah menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi dan kemajuan daerah.
“Investasi terbesar pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga kualitas perempuan. Dari tangan para ibu yang tangguh, cerdas, dan beriman akan lahir pemimpin masa depan yang membawa Sintang semakin maju dan sejahtera,” tambahnya.
Tema: “Wanita Cerdas di Tengah Tantangan Zaman”
Ketua Panitia, Ratna Panjaitan, dalam laporannya menyampaikan kegiatan tahun ini mengusung tema “Wanita Cerdas di Tengah Tantangan Zaman”. Tema ini dipilih agar perempuan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai iman dan kebenaran.
“Kami ingin peserta pulang dengan penguatan rohani, wawasan baru, dan semangat melayani. WAPIN harus terus melahirkan perempuan yang tangguh, kreatif, dan berintegritas,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencatat sejarah baru dengan keikutsertaan 1.306 peserta — jumlah terbanyak sepanjang penyelenggaraan WAPIN GPSK.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026, meliputi kebaktian, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), seminar tematik, serta berbagai perlombaan seperti vokal grup, cerdas cermat Alkitab, dan olahraga untuk mempererat kebersamaan.
Bangkit Setelah Penundaan Panjang
Sementara itu, Ketua WAPIN Pusat GPSK, Martini, menyampaikan kegiatan ini telah direncanakan sejak tahun 2020, namun tertunda beberapa tahun akibat pandemi COVID-19. Terlaksananya kegiatan ini menjadi bukti penyertaan Tuhan sekaligus momentum kebangkitan pelayanan perempuan di lingkungan GPSK.
Ia mengajak seluruh peserta menghargai perjuangan para pendiri WAPIN yang dibentuk pada 28 November 1984. “Tugas kita sekarang melanjutkan estafet pelayanan ini agar semakin berkembang dan memberi manfaat luas bagi gereja dan masyarakat,” tegasnya.
Diharapkan melalui pertemuan ini, lahir perempuan-perempuan yang kuat secara rohani, cakap dalam berpikir, dan siap menjadi terang serta garam di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Jurnalis Tomy














