Kompas1.id
Jakarta, 18 Juni 2026 – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perempuan Indonesia (API) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Kamis siang ini diwarnai penahanan pergerakan massa oleh aparat kepolisian. Saat peserta aksi hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan Bundaran HI, jalur yang dituju sudah dijaga dan diblokade petugas demi menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan umum.
Meskipun tidak dapat melanjutkan perjalanan, peserta aksi tetap bertahan di lokasi yang telah ditentukan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dalam orasi yang disampaikan, API melontarkan tiga tuntutan utama kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Ketiga tuntutan tersebut adalah mendesak penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebijakan yang dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan API menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes atas meningkatnya beban ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama keluarga dan ibu rumah tangga. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang mengikuti lonjakan harga BBM, serta pelaksanaan program yang dinilai belum tepat sasaran, dianggap semakin mempersempit ruang gerak ekonomi warga.
Hingga sore hari, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Aparat kepolisian terus memantau jalannya aksi agar tetap berlangsung secara damai dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Pihak penyelenggara juga menyatakan akan tetap menyampaikan aspirasi tersebut melalui jalur komunikasi resmi kepada pihak berwenang.
Korwil banten Aris aristio














