Tegas Lettu S, Kehadirannya di Lapangan Adalah Bagian Dari Tugas Resmi Bukan Mengintervensi Hukum Atau Melindungi Tambang Emas Garini

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Manado – Sulawesi Utara, Jagat media sosial dan publik Sulawesi Utara tengah dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai keterlibatan oknum perwira TNI-AD, Lettu S, yang bertugas di Denintel Kodam XIII/Merdeka.

Ia dituding menjadi “pelindung” bagi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Garini, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

​Bukan sekadar tuduhan biasa, narasi yang berkembang menyebutkan adanya aksi berani sang perwira yang diduga mengintervensi police line di lokasi tambang–sebuah tindakan yang dianggap publik sebagai tantangan terbuka terhadap otoritas hukum negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik kini menuntut jawaban atas sebuah anomali: Bagaimana mungkin sebuah garis polisi, yang seharusnya menjadi simbol hukum yang sakral, bisa ditarik-ulur secara sepihak? Spekulasi pun liar beredar.

Ada keraguan tajam di benak masyarakat, apakah aksi ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi, atau ada kekuatan besar yang berdiri di balik layar?

Tindakan ini menyentuh titik paling sensitif dalam tubuh TNI. Instruksi tegas dari Panglima Tertinggi dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sudah sangat jelas: Prajurit dilarang keras menjadi beking bisnis ilegal.

Jika terbukti benar, maka tindakan ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif, melainkan pengkhianatan terhadap Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang seharusnya dijunjung tinggi.

*Hak Jawab: “Foto Itu Dipotong Konteksnya”*

​Di tengah badai kritik yang menerjang, Lettu S akhirnya angkat bicara.
Ia membantah keras narasi bahwa dirinya sedang membekingi aktivitas tambang ilegal.

Menurutnya, foto yang beredar tersebut adalah potongan dari sebuah peristiwa yang berbeda.

Baca Juga:  Ceban to Heaven: Ikhtiar Langit Lewat Kesalehan Sosial yang Membumi

​Saat dikonfirmasi langsung, Lettu S menyampaikan bahwa foto yang beredar dalam berita itu memang benar.

“Foto itu waktu 25 April 2026 lalu, kemudian diperbesar, dan hanya saya yang diambil. Padahal lagi sama-sama dengan pihak Polsek dan Camat juga Kepala Desa setempat. Saat itu kegiatan razia senjata tajam,” ungkap Lettu S kepada media ini via WhatsApp. Minggu (14/6/2026)

Lettu S menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan saat itu adalah bagian dari tugas resmi, bukan untuk mengintervensi hukum apalagi melindungi tambang emas.

“Itu masuk wilayah tugas saya, jadi saya harus ikut terlibat saat kegiatan razia dan lain sebagainya,” tutup Lettu S.

Klarifikasi Lettu S kini meletakkan beban pembuktian di pundak institusi, sebagai TNI garda terdepan di NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi publik, isu ini bukan lagi tentang benar atau salah secara personal, melainkan tentang kepercayaan.

​Kodam XIII/Merdeka kini berada di persimpangan jalan:

​Jika benar ada pelanggaran: Apakah institusi berani melakukan tindakan tegas melalui proses hukum militer, pengadilan, hingga ancaman PTDH (Pemecatan Tidak Dengan Hormat) demi membersihkan nama baik instansi?

​Jika itu fitnah: Sejauh mana institusi akan melindungi hak prajuritnya dari pembunuhan karakter?
​Kasus di Garini adalah potret kecil dari tantangan besar yang dihadapi aparat di lapangan.

Publik Sulawesi Utara kini memantau dengan saksama: Apakah marwah TNI akan terjaga, ataukah kepercayaan rakyat akan luntur akibat ulah segelintir oknum yang “bermain” di balik gemerlap emas ilegal?

(Noval)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG
Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebersamaan
Hari Pramuka ke-65 di Lampung Utara: Ribuan Generasi Muda Teguhkan Semangat Pengabdian
Isi Pulsa Listrik Rp50 Ribu, Warga Pertanyakan Selisih Saldo dan Jumlah kWh yang Masuk ke Meteran
Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo: Sosok Pemimpin Berpengalaman Siap Bawa KONI Jawa Barat Pertahankan Takhta Juara Umum
Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ungkap Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Satu Tersangka Diamankan*
Peringati HUT RI ke-81 dan FPPI ke-17, DPD FPPI Jawa Barat Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi Bencana Sesar Lembang
Semangat Gotong Royong Warnai Persiapan Pernikahan di Desa Landau Badai
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:39 WIB

PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebersamaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Hari Pramuka ke-65 di Lampung Utara: Ribuan Generasi Muda Teguhkan Semangat Pengabdian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Isi Pulsa Listrik Rp50 Ribu, Warga Pertanyakan Selisih Saldo dan Jumlah kWh yang Masuk ke Meteran

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo: Sosok Pemimpin Berpengalaman Siap Bawa KONI Jawa Barat Pertahankan Takhta Juara Umum

Berita Terbaru