Godzilla El Nino 2026 Datang, Suhu Global dan Risiko Krisis Pangan Meningkat

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Fenomena iklim El Nino yang dijuluki “Godzilla El Nino” atau Super El Nino resmi terbentuk di Samudra Pasifik dan diperkirakan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan modern. Badan Meteorologi Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), melalui Climate Prediction Center (CPC), mengumumkan pada 11 Juni 2026 bahwa kondisi El Nino telah berkembang dan diprediksi terus menguat hingga akhir tahun.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa fenomena ini dapat memicu kenaikan suhu global secara signifikan serta mengubah pola cuaca di berbagai belahan dunia. Sejumlah model iklim menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis berpotensi meningkat hingga lebih dari 3 derajat Celsius di atas rata-rata normal, menjadikannya salah satu El Nino paling ekstrem yang pernah tercatat.

Meteorolog NOAA, Nathaniel Johnson, menyebut perkembangan El Nino tahun ini berlangsung sangat cepat dibandingkan peristiwa-peristiwa sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Ini mungkin salah satu transisi tercepat yang pernah saya lihat dalam catatan, bahkan mungkin yang paling cepat,” ujarnya.

Bagi Indonesia, dampak yang paling dirasakan diperkirakan berupa berkurangnya curah hujan dan musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah, menurunkan produktivitas pertanian, mengurangi cadangan air bersih, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Korem 043/Gatam Siap Kawal Program Cetak Sawah Demi Ketahanan Pangan Nasional

Selain itu, ancaman terhadap sektor pangan juga menjadi perhatian serius. Berkurangnya hasil panen akibat kekeringan dapat memengaruhi pasokan pangan dan mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas. Situasi ini dinilai semakin kompleks karena terjadi di tengah ketidakstabilan ketahanan pangan global yang masih terdampak berbagai konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional.

Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa periode El Nino sering berkaitan dengan berbagai bencana dan gangguan sosial-ekonomi, mulai dari gagal panen, kekeringan ekstrem, banjir besar, hingga konflik yang dipicu krisis sumber daya di beberapa wilayah dunia.

Meskipun El Nino merupakan fenomena alam yang terjadi secara berkala sebagai bagian dari siklus iklim global, para ilmuwan mulai menemukan indikasi bahwa pemanasan global dapat mempercepat proses pembentukannya sekaligus memperkuat dampaknya.

Dengan peluang besar berkembang menjadi salah satu El Nino terkuat dalam sejarah, pemerintah dan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia, diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, krisis air, dan ancaman terhadap ketahanan pangan yang dapat berlangsung hingga tahun 2027.Jurnalis Joepin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru