KOMPAS1.ID
BANDUNG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat tahun 2026 terus menuai sorotan tajam. Sejumlah organisasi masyarakat dan kelompok orang tua siswa mendesak dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap berbagai persoalan yang muncul selama proses berlangsung.
Desakan ini disampaikan oleh Persatuan Purnabakti Pendidik Indonesia (P3I), Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Gerakan Pemantau Pendidikan untuk Rakyat (GEMPPUR), serta Forum Orang Tua Siswa (FORTUSIS) Jawa Barat.
Menurut Ketua FORTUSIS Jawa Barat, Dwi Soebawanto, kekacauan yang terjadi bukan sekadar masalah teknis biasa. Ia menyoroti keputusan pergantian aplikasi pendaftaran yang dinilai dilakukan tanpa persiapan matang, bahkan tanpa uji coba atau simulasi yang memadai sebelum diterapkan secara luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, ribuan calon siswa SMA dan SMK negeri mengalami kesulitan saat mendaftar. Selain gangguan sistem, pelaksanaan pemetaan calon murid juga dinilai tidak sesuai arahan awal pemerintah daerah yang menginginkan proses berjalan lebih cepat. Tak kalah disoroti, layanan pengaduan yang lambat menimbulkan keresahan dan membuat keluhan menyebar luas di media sosial.
Guna mengungkap akar masalah, kelompok masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim investigasi independen. Tim ini diharapkan melibatkan aparat penegak hukum, Inspektorat, serta Badan Kepegawaian Daerah agar pemeriksaan berjalan transparan dan objektif.
Di sisi lain, DPRD Jawa Barat juga didesak membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan SPMB 2026 secara menyeluruh. Ketua Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah, menyatakan pihaknya membuka peluang pembentukan Pansus jika hal itu dianggap perlu untuk mengkaji seluruh proses administrasi dan pelaksanaannya.
Polemik ini kian mencuri perhatian publik. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah dan DPRD agar sistem penerimaan siswa ke depannya berjalan adil, transparan, dan tidak merugikan kepentingan calon murid serta orang tua.
*** Red














