KOMPAS1.ID
BANDUNG – Terhentinya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung membawa perubahan pola aktivitas di tengah keluarga. Para ibu rumah tangga yang selama ini terbantu dengan adanya program tersebut, kini harus kembali bangun lebih pagi bahkan sejak dini hari untuk menyiapkan bekal makanan bagi anak-anak mereka sebelum berangkat sekolah.
Selama dua hari terakhir, kesibukan di dapur rumah tangga terasa meningkat kembali. Panci, wajan, dan peralatan masak kembali digunakan sejak menjelang subuh untuk menyiapkan hidangan yang cukup untuk sarapan sekaligus bekal dibawa ke sekolah.
Salah satu yang merasakan langsung perubahan ini adalah Elas Dahlia, warga Kecamatan Baleendah. Ia memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sejak distribusi MBG dihentikan sementara karena terkendala keterlambatan pencairan dana, keduanya kembali wajib membawa bekal dari rumah setiap harinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ada program itu, kami sangat terbantu. Pengeluaran berkurang dan kami juga tenang karena tahu anak dapat makanan bergizi di sekolah. Sekarang harus bangun lebih pagi lagi, mulai memasak sejak subuh supaya siap sebelum mereka berangkat,” ujar Elas saat ditemui.
Ia menyebutkan, menyiapkan bekal membutuhkan waktu dan tenaga lebih, apalagi harus memastikan makanan yang dibawa tetap layak dan bernutrisi. Kendati demikian, hal ini harus dilakukan agar kebutuhan makan anak tetap terpenuhi selama di sekolah.
Kondisi serupa juga dialami banyak orang tua lainnya di wilayah yang sama. Sebagian mengaku berharap penghentian ini tidak berlangsung lama. Mereka mendambakan agar kendala pencairan dana segera diselesaikan dan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan normal seperti sediakala, demi kenyamanan keluarga dan terjaganya asupan gizi anak-anak didik.














