Gubernur Jabar Minta BPK Periksa Seluruh Laporan Keuangan OPD, Tak Lagi Pakai Metode Sampel

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Kompas1.id
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengubah metode pemeriksaan laporan keuangan ke depannya. Ia menginginkan lembaga tersebut tidak lagi menggunakan cara uji sampel (sampling), melainkan memeriksa secara menyeluruh atau keseluruhan data dan laporan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar.

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM dalam keterangannya di Bandung, Jumat (9/6/2026). Menurutnya, langkah ini diperlukan agar gambaran akuntabilitas dan pengelolaan keuangan daerah di Jawa Barat menjadi jauh lebih optimal, lengkap, dan mendeteksi segala celah yang mungkin terlewat.

“Hal ini agar potret akuntabilitas di Jawa Barat menjadi lebih optimal dan komprehensif,” ucap KDM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski Pemprov Jawa Barat kembali sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-15 kali berturut-turut, Dedi menilai pemeriksaan secara penuh terhadap seluruh populasi data sangat krusial. Hal ini penting untuk menyisir kelemahan-kelemahan administratif yang selama ini mungkin belum terjangkau saat pemeriksaan hanya mengambil sampel saja. Salah satu fokus perhatian utamanya adalah tata kelola penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Semoga WTP yang diberikan itu menjadi cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Namun, kami berharap tidak hanya puas pada predikat WTP saja, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain memperluas cakupan audit, Dedi juga menaruh harapan besar agar BPK dapat berperan aktif sebagai fasilitator rekonsiliasi keuangan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Keuangan RI. Langkah ini dinilainya sangat mendesak dilakukan karena arus kas daerah sempat terhambat parah akibat keterlambatan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sepanjang tahun 2025 lalu.

Baca Juga:  Shutdown Season Menghantui Kripto: Puluhan Altcoin Tumbang di 2026

Dijelaskan Dedi, saat ini terdapat dua kewajiban timbal balik yang belum selesai: Pemprov Jabar memiliki kewajiban membayar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat, namun di sisi lain pemerintah pusat juga masih memiliki kewajiban menyalurkan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum lunas kepada pemerintah daerah.

“Semoga bisa dilakukan rekonsiliasi yang baik, sehingga kewajiban atau utang kami bisa seimbangkan dengan piutang kami, dan akhirnya catatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa ditutup dan diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Kondisi ketidakpastian jadwal transfer dari pusat pada 2025 lalu, kata Dedi, berdampak langsung pada penundaan pembayaran kepada pihak ketiga maupun kontraktor pelaksana pembangunan di daerah. Padahal, dari sisi kemampuan pendapatan asli daerah, realisasinya dinilai relatif mampu memenuhi target yang ditetapkan.

“Kalau memang sudah ada Surat Keputusan Menteri Keuangannya sekian nilainya, kami berharap pembayarannya konsisten dan tepat waktu sampai akhir tahun. Yang terjadi di 2025 lalu, dana tersebut baru dibayarkan menjelang tutup tahun, padahal saat itu kontraktor sudah harus segera dibayarkan, sehingga terjadi penundaan yang merugikan,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan dan catatan fiskal tersebut, Anggota BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemprov dan DPRD Jabar. Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal penyelesaian seluruh rekomendasi penataan administrasi keuangan, termasuk pembenahan kualitas tenaga administrasi sekolah yang mengelola dana BOS agar pengelolaannya semakin tertib dan akuntabel. *** Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kedaulatan Bangsa, Dorong Swasembada Pangan dan Energi
Puluhan Tahun Terisolasi, Kini Terhubung! Dandim 0412/LU Resmikan Jembatan Perintis Garuda untuk Ribuan Warga Lampung Utara
PEMERINTAH KUNINGAN TERIMA BANTUAN RP 10,8 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JALAN INPRES LURAGUNG
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Way Kanan Gelar Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Banjit
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Olahraga Bersama dan Dukung Ketahanan Pangan
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Percepat Akses Ekonomi dan Pemerataan Hingga Pelosok
TNI AD Percepat Solusi Krisis Air Bersih, Dandim 0412/LU Tinjau Langsung Progres Sumur Bor di Sribasuki
Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Larikan dan Cabuli Anak di Bawah Umur
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:58 WIB

Prabowo Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kedaulatan Bangsa, Dorong Swasembada Pangan dan Energi

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:35 WIB

Puluhan Tahun Terisolasi, Kini Terhubung! Dandim 0412/LU Resmikan Jembatan Perintis Garuda untuk Ribuan Warga Lampung Utara

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:42 WIB

PEMERINTAH KUNINGAN TERIMA BANTUAN RP 10,8 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JALAN INPRES LURAGUNG

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:33 WIB

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Way Kanan Gelar Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Banjit

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:26 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Olahraga Bersama dan Dukung Ketahanan Pangan

Berita Terbaru