KOMPAS1.ID
BANDUNG – Respons cepat ditunjukkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, menyusul beredarnya video unggahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyoroti penggunaan badan jalan provinsi sebagai lokasi pendirian tenda hajatan dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Berkat koordinasi dan pendekatan persuasif, pihak keluarga penyelenggara akhirnya sepakat memindahkan lokasi acara ke tempat yang lebih layak dan tidak melanggar aturan.
Kapolsek Solokanjeruk, Iptu Fathan Malisi, menjelaskan bahwa pihaknya bersama unsur Forkopimcam langsung turun ke lokasi, tepatnya di RW 2 Desa Rancakasumba, untuk berkomunikasi dengan keluarga yang akan menggelar resepsi milik Ibu Lilis. Lokasi persiapan yang semula dipilih ternyata berada tepat di ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan kepentingan umum.
“Kami bertemu dengan pihak keluarga pada Jumat (5/6/2026) lalu. Kami menyampaikan imbauan dan penjelasan bahwa jalan umum tidak boleh digunakan untuk keperluan pribadi karena melanggar aturan dan merugikan masyarakat luas,” ungkap Iptu Fathan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mediasi yang dilakukan berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari pihak keluarga. Setelah mendengarkan penjelasan serta menindaklanjuti perhatian yang disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi, penyelenggara bersedia memindahkan seluruh fasilitas hajatan. Sebagai solusi terbaik, resepsi tersebut nantinya akan digelar di pelataran SMK Bakti Kencana, yang lokasinya berada tepat di seberang rumah penyelenggara.
Dengan kesepakatan tersebut, penggunaan badan jalan provinsi sebagai lokasi acara dipastikan dibatalkan sepenuhnya. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti instruksi tegas Gubernur yang meminta tenda-tenda yang berdiri di atas fasilitas umum segera dibongkar demi ketertiban.
Kapolsek menambahkan, jajarannya bersama unsur terkait akan terus memantau proses pembongkaran dan pemindahan perlengkapan hajatan hingga tuntas. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses jalan kembali bersih dan lancar, serta kegiatan resepsi tetap dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Sebelumnya, video yang diunggah Dedi Mulyadi sempat viral dan menuai banyak komentar. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas tenda yang menutupi sebagian badan jalan provinsi. Gubernur menegaskan hal itu tidak boleh terjadi dan memerintahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas PU untuk segera melakukan penertiban demi menjaga fungsi jalan sebagai pelayanan publik. *** Red














