KOMPAS1.id || Idul Adha adalah salah satu hari raya besar bagi umat Islam di seluruh dunia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Tahun ini, kita kembali bersiap menyambut momen suci tersebut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, tepatnya pada tahun 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga pengingat akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Perayaan Idul Adha identik dengan ibadah kurban, yaitu menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Hewan yang disembelih kemudian dagingnya dibagi menjadi tiga bagian: untuk keluarga sendiri, untuk kerabat dan teman, serta untuk disedekahkan kepada yang membutuhkan. Melalui ibadah ini, kita diajarkan untuk berbagi rezeki, peduli sesama, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Di balik ritual kurban, terdapat makna yang sangat dalam tentang pengorbanan dan keikhlasan. Kisah Nabi Ibrahim yang rela menyerahkan putra tercintanya demi memenuhi perintah Allah menjadi teladan bagi kita semua tentang betapa besarnya iman dan kepatuhan seorang hamba kepada Penciptanya. Meskipun pada akhirnya digantikan dengan seekor domba besar, namun niat dan kesediaan untuk berkorban itulah yang menjadi inti dari peringatan hari ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyambut Idul Adha juga menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi. Kita saling mengunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga, saling memaafkan, serta berbagi kebahagiaan. Suasana hangat dan penuh kasih sayang terasa begitu kental, di mana perbedaan latar belakang seolah sirna dan yang tersisa hanyalah persaudaraan sesama manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Selain beribadah dan bersilaturahmi, Idul Adha juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan. Nikmat kesehatan, rezeki, keluarga, dan kesempatan untuk beribadah adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa, serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan.
Semoga segala amal ibadah yang kita lakukan selama bulan Zulhijah dan pada hari raya Idul Adha ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh. Semoga juga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk selalu meneladani sifat-sifat mulia para nabi, terutama dalam hal keikhlasan, kesabaran, dan kepatuhan. Mari kita jadikan hari ini sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang banyak.
Akhir kata, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan, kedamaian, dan berkah selalu menyertai kita semua, hari ini dan selamanya. Aamiin ya Rabbal alamin.














