Kalah 0-1 dari Adhyaksa FC, Suporter Persipura Ricuh: Rusak Fasilitas Stadion Hingga Bakar Kendaraan

Berita, Olahraga415 Dilihat

JAYAPURA Kompas1.id
– Ketegangan dan kericuhan meletus di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada Jumat sore, 8 Mei 2026. Peristiwa ini terjadi tepat setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan babak playoff promosi Championship Liga 2, di mana Persipura Jayapura harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ini sekaligus menutup peluang tim kebanggaan warga Papua untuk melangkah ke kompetisi tertinggi Super League musim depan, memicu kekecewaan mendalam ribuan suporter yang hadir.

Satu-satunya gol kemenangan bagi Adhyaksa FC tercipta lewat tendangan Adilson Silva di masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+1, memanfaatkan umpan rekan setimnya dengan baik. Sepanjang pertandingan, Persipura sebenarnya tampil mendominasi dan menciptakan beragam peluang emas, namun lini serang mereka gagal menjebol gawang lawan hingga laga berakhir. Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi para pendukung Mutiara Hitam yang sudah lama menantikan kembalinya tim ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

banner 336x280

Begitu pertandingan dinyatakan selesai, emosi suporter yang memuncak langsung meledak. Ratusan orang turun ke lapangan, berteriak marah, dan melempar botol air, kaleng, serta benda keras lainnya ke arah bangku cadangan, jalur keluar, dan petugas keamanan. Tidak sedikit fasilitas stadion yang dirusak, mulai dari pagar pembatas, kursi penonton, hingga kaca ruangan pertemuan. Di tengah kerumunan, terlihat pula sekelompok massa membawa dan mengibarkan bendera Bintang Kejora, bahkan ada yang menyalakan suar api sehingga suasana semakin kacau dan tertutup asap.

Ketegangan tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga menjalar ke area luar gerbang utama. Massa yang terpecah di sisi timur dan barat melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah kendaraan, termasuk kendaraan milik penonton serta satu unit ambulans milik Brimob yang diparkir di lokasi. Situasi semakin tidak terkendali hingga aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa dan mencegah kerusuhan meluas ke pemukiman warga sekitar.

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, membenarkan adanya peristiwa kericuhan tersebut. “Kejadian ini dipicu oleh kekecewaan suporter atas hasil pertandingan. Sebagian massa bertindak anarkis, merusak fasilitas umum, dan membakar kendaraan. Saat ini kami telah mengerahkan pasukan tambahan untuk mengamankan lokasi serta mengevakuasi semua pihak agar selamat,” ujarnya dalam keterangan pers.

Pemain, staf pelatih Adhyaksa FC, serta tim wasit yang bertugas harus dikawal ketat dan sempat dikarantina di dalam stadion cukup lama, baru dapat meninggalkan lokasi setelah suasana mulai kondusif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka serius, namun kerusakan fasilitas dan kerugian materiil dipastikan cukup besar.

Pihak pengelola Persipura bersama Polda Papua kini sedang mendata seluruh kerusakan dan mengidentifikasi pelaku tindakan anarkis untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Aparat juga mengimbau seluruh masyarakat dan suporter agar tetap tenang, bersikap sportif dalam menerima hasil pertandingan, serta tidak terpancing emosi yang hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. ***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *