Proyek TPT SDN Lio madur 133 Juta Diduga Asal Jadi, Pemborong Kabur Hindari Awak Media

Berita339 Dilihat

Kab.Bandung | Kompas1.d – Plesteran Kasar, Batu Nggak Rapih, Dinding Sekolah Retak. CV. Citra Buana Dituding Kerjakan Proyek Disdik Kab. Bandung Tak Sesuai Spek

‎Proyek Pembangunan TPT / Tembok Penahan Tanah SDN Liomadur, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung senilai Rp 113.312.324,- disorot tajam. Pantauan Kompas1.id  di lokasi, kamis (30/4/2026), pekerjaan oleh CV. Citra Buana terkesan asal-asalan, acak-acakan, dan jauh dari kata rapi.

‎Papan proyek yang terpasang di dinding sekolah menunjukkan paket pekerjaan dari Dinas Pendidikan Kab. Bandung dengan nomor kontrak 020/081.16-BidangSD/2026 dan waktu pelaksanaan 45 hari kalender. Namun kondisi fisik di lapangan memprihatinkan.

‎KONDISI TPT AMBURADUL, BAHAYAKAN SISWA
‎Hasil Poto dilokasi, terlihat pasangan batu TPT tidak rapi, adukan semen tidak merata, dan plesteran di atasnya kasar bergelombang. Lebih parah, dinding bangunan SDN Liomadur yang menempel dengan TPT sudah mengalami keretakan.

‎“Ini mah bukan TPT, ini tumpukan batu. Ngeri ambruk nimpa anak sekolah. Masak proyek Disdik 113 juta hasilnya kayak gini? Uang rakyat dibuang-buang,” tegas, salah satu warga yang anaknya sekolah di SDN Liomadur.

‎PEMBORONG DIDUGA MENGHINDAR
‎Saat tim Kompas1.id  bersama rekan ormas mendatangi lokasi untuk konfirmasi, tidak ada satu pun pelaksana atau mandor di tempat. Beberapa pekerja yang ditemui memilih bungkam dan terkesan menghindar saat ditanya soal kualitas pekerjaan.

‎“Katanya mandornya jarang ke lokasi. Kalau ada yang nanya-nanya langsung disuruh diem. Apalagi kalau media atau ormas, langsung ngilang,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya.

Dugaan kuat, CV. Citra Buana selaku pelaksana sengaja menghindari kontrol sosial karena sadar pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis. Waktu 45 hari kalender juga dipertanyakan, apakah cukup untuk hasil seburuk ini.

‎4 KEJANGGALAN PROYEK TPT SDN LIOMADUR:
‎1. Pekerjaan Acak-Acakan Pasangan batu tidak siku, nat tidak rapi, plesteran bergelombang. Diduga kurangi volume semen.
‎2. Membahayakan Bangunan Sekolah: TPT yang buruk bisa sebabkan dinding sekolah retak dan ambruk. Ini nyawa anak-anak taruhannya.
‎3. Tak Ada Pengawas Disdik Sesuai aturan, harus ada pengawas dari Dinas Pendidikan. Fakta di lapangan, mandor aja jarang ada.
‎4. Hindari Kontrol Sosial: Pemborong kabur saat ada media & ormas. Indikasi ada yang ditutupi.

‎DESAK DISDIK & APH TURUN TANGAN
‎Awak Media  akan menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Kab. Bandung selaku owner proyek untuk segera turun sidak. Jika terbukti tidak sesuai RAB dan spesifikasi, CV. Citra Buana wajib diblacklist dan anggaran dikembalikan.

‎“Kami juga minta APH, Inspektorat, dan Kejari Kab. Bandung periksa proyek ini. Nilai 113 juta bukan kecil. Kalau hasilnya begini, patut diduga ada mark up dan korupsi. Jangan sampai anak SD jadi korban,” katanya

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Citra Buana belum berhasil dikonfirmasi. Garda News akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.***

Jurnalis ASD

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *