Pengungsian Korban Banjir Desa Totala Jaya di Halbar, Berharap Aluran Tangan Pemerintah Daerah.!

Berita370 Dilihat

Kompas1.id Halmahera Barat,
30 April 2026 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Totala Jaya, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sejak Senin (07/01) malam memicu banjir bandang dan tanah longsor. Bencana ini mengakibatkan 26 rumah rusak parah, Fasilitas Bangunan Pendidikan, Rumah Guru 2 Unit, dan Gereja 2 Unit, dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Musibah banjir yang menelan Puluhan Rumah warga rusak parah dan mengakibatkan kurang 55 Kepala Keluarga, harus mengamankan diri dilokasi pengunsian setelah mendapat arahan dari pemerintah Halmahera Barat.

banner 336x280

Kondisi di lokasi pengungsian kini memprihatinkan. Warga yang kehilangan tempat tinggal hanya berteduh di bawah tenda darurat yang terbuat dari terpal seadanya. Mereka mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan pokok.

Salah satu warga korban banjir mengungkapkan keluhan dan berharap pemerintah segerah merespon dengan serius persoalan ini.

“Urus Olo” Salah satu korban banjir” dalam wawancaranya kepada Tim Media Gertak.Id Memang Pasca Bencana, ada bantuan yang masuk, tapi setelah kami di lokasi pengungsian kurang lebih 1 bulan, bantuan tidak lagi masuk. kehadiran pemerintah juga sudah tidak ada. Kami hanya mengandalkan kebaikan tetangga dan relawan swadaya. Kami merasa ditinggalkan,” Ucap Bapak Urus Ollo, di balai desa setempat pada Selasa (28/04).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh para orang tua yang khawatir akan kesehatan anak-anak mereka.

Ketidakhadiran pihak berwenang memicu kemarahan publik. Warga menilai respon pemerintah terlalu lambat dan terkesan tidak peduli.

“Mereka sibuk dengan urusan sendiri, Saat butuh suara, mereka datang ke rumah-rumah tetapi Saat kami terkena musibah, mereka menghilang,” ujar salah satu warga yang tak mau di sebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun penjelasan dari pemerintah daerah terkait keterlambatan penyaluran bantuan dan pembangunan tempat tinggal yang layak . Para korban kini hanya bisa berharap agar bantuan segera hadir sebelum kondisi mereka semakin memburuk.

(Noval/Dj).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Saya adalah bagian dari masyarakat desa totala jaya. Adalah salah satu korban banjir rumah rusak hanya ingin menjelaskan bahwa rumah yang rusak itu 20 rumah warga. Bangunan sekolah SD hanya tertimbun lumpur dan bisa di bersihkan untuk di aktifkan kembali, gedung gereja betania juga tertimbun lumpur tapi jemaat (masyarakat desa totala jaya) telah membersikan lumpur dan gedung gereja betania totala jaya telah aktif kembali( sudah digunakan untuk beribadah seperti semula)

    Dan kami masyarakat yang masih tetap tinggal di desa totala jaya sampai sekarang ini tlg 2 mei 2026 sebanyak 34 kepala keluarga dan kami siap menunggu kepastian dari pemerintah provinsi Maluku Utara untuk membersikan puin puin banjir di desa totala jaya dan bukan untuk direlokasi sebap menurut kami desa totala jaya masih layak untuk di huni kembali.

    Dan media perlu tahu bahwa masyarakat desa totala jaya yang sampai sekarang ini mengungsi di kebun sirio bersama dengan kepala desa.
    hanya 14 kepala keluarga yang rumahnya rusak dan 30 kepala keluarga lebih termasuk kepala desa rumah mereka tidak kenal bencana banjir dan longsor (rumah mereka masih utuh) ada yang sudah tehel dan kaca. tetapi kenapa mereka harus bertahan tinggal di tenda terpal baru sampaikan keluhan mereka kurangnya pasokan air bersih, obat obatan dan kebutuhan pokok. Dan ini menjadi tanda tanya besar. Dan pemerintah perlu mengevaluasi soal ini.
    Kepala desa membangun kantor desa totala di kebun sirio, sedangkan kantor desa totala jaya di kampung tidak kenal banjir dan longsor.