Kepala Dusun IV dan Warga Klarifikasi Soal Lahan: Dijual Lewat Kelompok:oknum yang mengaku Warga Lae saga berhenti Buat kegaduhan

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Polemik klaim lahan di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, mendapat bantahan tegas dari warga. Dugaan penggiringan opini oleh oknum tidak bertanggung jawab diluruskan masyarakat setempat.

Jamirun, warga Desa Lae Saga yang didampingi Kepala Dusun IV Arwani, menegaskan lahan tersebut dijual melalui kelompok tani, bukan perorangan.

“Secara perorangan memang kami tidak ada jual. Yang jual melalui kelompok,” ujar Jamirun, Kamis 29/4/2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pembukaan awal lahan dilakukan warga secara swadaya dengan sistem gotong royong. “Tidak ada milik Si A atau Si B. Murni kelompok tani yang jual. Bahkan orang yang mengaku-ngaku itu sebagian yang membagikan uang hasil penjualan,” katanya.

Menurut Jamirun, penjualan dilakukan setelah kelompok gagal mendapatkan bapak angkat. “Sesuai kesepakatan kelompok, lahan tersebut kami jual melalui tiga orang perwakilan,” tambahnya.

Jamirun menyayangkan munculnya pihak yang mengklaim lahan itu tidak pernah dijual. Ia juga menyoroti pemberitaan sebelumnya yang dinilai tidak sesuai fakta. “Lain yang saya sampaikan, lain pula isinya. Begitu juga penyampaian Kepala Dusun IV. Ini ulah-ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat awam yang jadi sasaran,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Malaysia Bongkar Geng Perampok Emas RM3,6 Juta, Dua WNI Ikut Ditangkap

Lebih lanjut, Jamirun mengaku sempat dimanfaatkan oknum tersebut. “Pernah suatu hari oknum itu membawa surat atas nama kelompok dan mendatangi saya ke rumah. ‘Ini Pak De, nama Pak De ada di sini, tanda tangan Pak De’, katanya. Saya sebagai orang awam ya tanda tangan. Tidak tahunya timbullah masalah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun IV Lae Saga, Arwani, meminta oknum tersebut tidak membuat gaduh dengan mengatasnamakan masyarakat Lae Saga. “Seharusnya oknum tersebut sadar diri dia siapa. Jangan membuat kegaduhan dan mengatasnamakan masyarakat Lae Saga. Masyarakat mana ini?” ujar Arwani.

Arwani menegaskan warga setempat mengetahui persis asal-usul lahan serta pihak yang terlibat. “Kami yang tahu asal-usul lahan tersebut, siapa yang terlibat, dan uangnya pun sudah diterima sama anggota kelompok,” tutupnya(Ramona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*
Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:45 WIB

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Berita Terbaru