Bandung Kompas1.id
Bandung, 24 April 2026 – Rekor kemenangan kandang sempurna Persib Bandung di musim ini akhirnya terhenti. Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-29, Maung Bandung hanya mampu bermain imbang 0–0 melawan Arema FC, meski mendominasi jalannya pertandingan sepanjang 90 menit lebih tambahan waktu.
Jalannya Pertandingan
Didukung puluhan ribu Bobotoh yang memenuhi tribun, Persib langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan. Serangan dilancarkan dari sisi kanan dan kiri, dengan Marc Klok, Thom Haye, dan Beckham Putra menjadi otak pergerakan lini tengah yang terus mengirim umpan-umpan berbahaya ke daerah pertahanan lawan. Peluang emas muncul di menit ketiga melalui tendangan jarak jauh Andrew Jung, namun berhasil diredam kiper Arema, Lucas Frigeri. Berikutnya, sundulan dan tembakan dari Uilliam Barros, Berguinho, hingga tendangan bebas Klok juga selalu menemui kegagalan, baik karena kurang tepat sasaran maupun aksi gemilang penjaga gawang tim tamu itu.
Sementara itu, Arema menerapkan strategi bertahan rapat layaknya “memarkir bus”, hanya sesekali melancarkan serangan balik cepat yang sempat mengancam, namun lini belakang Persib yang dipimpin Nick Kuipers tetap tampil kokoh sehingga tidak ada bahaya berarti yang timbul. Bahkan pada masa tambahan waktu 11 menit, Beckham Putra sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper, namun tembakannya masih berhasil dibendung, dan satu kali upaya Persib yang berhasil menjebol gawang justru dianulir wasit karena dianggap ada pelanggaran sebelumnya.
Dampak Hasil Pertandingan
Hasil ini membuat Persib tetap bertahan di puncak klasemen dengan koleksi 66 poin, namun keunggulan mereka atas pesaing terdekat Borneo FC menyusut menjadi hanya tiga poin, padahal sebelumnya sempat mencapai selisih yang cukup jauh. Bagi Arema, satu poin hasil pertandingan ini cukup berharga untuk menjaga posisi mereka di papan tengah klasemen.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, dalam konferensi pers usai pertandingan mengakui kekecewaan, namun sekaligus memuji penampilan lawan. “Kami sudah berusaha maksimal, menciptakan banyak peluang, tapi hari ini bukan hari keberuntungan kami. Kiper mereka tampil luar biasa dan layak jadi pemain terbaik pertandingan. Jalur menuju gelar juara kini semakin berat, dan kami harus segera bangkit untuk laga-laga berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Arema mengapresiasi kerja keras seluruh anak asuhnya yang mampu menjalankan rencana permainan dengan disiplin tinggi, sehingga berhasil membawa pulang satu poin berharga dari kandang lawan yang sulit ditembus ini.
Meskipun tidak mendapatkan poin penuh, dukungan dari Bobotoh tetap mengalir. Mereka tetap memberikan semangat hingga pertandingan berakhir, dan berharap tim kesayangannya bisa segera memperbaiki performa agar kembali meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya.
*** Red
















