IRONIS! Alat Berat Terparkir di Depan Pondok, Jalan Warga Rusak Parah Belum Tersentuh Perbaikan

Berita303 Dilihat

Kompas1.id
Jalan di Depan Pondok Bupati Jadi Sorotan, Warga Desak Tindakan Nyata dan Cepat
Ruas Manding–Natai Panjang Hancur, Warga Pertanyakan Keberadaan Alat Berat yang Menganggur

Melawi, Kalimantan Barat – Kondisi ruas jalan yang berada tepat di depan rumah pondok kebun milik Bupati Melawi, Dadi, menjadi perhatian serius masyarakat. Jalan penghubung Desa Manding dan Natai Panjang, Kecamatan Pinoh Utara, itu kini mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah, Sabtu (18/4).

banner 336x280

Pantauan awak media di lapangan, kondisi jalan tampak dipenuhi lubang besar, genangan air, serta permukaan yang berlumpur. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat harus berjalan perlahan agar dapat melewati jalur tersebut dengan aman. Beberapa pengendara bahkan terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari titik kerusakan yang cukup dalam.

Di tengah kondisi jalan yang rusak, warga menyoroti keberadaan sejumlah alat berat yang terparkir di sekitar lokasi pondok kebun. Menurut masyarakat, keadaan tersebut sangat bertolak belakang dengan kebutuhan mendesak warga terhadap akses jalan yang layak dan aman digunakan.
Akses Vital Penunjang Ekonomi Warga
Jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung beberapa wilayah, mulai dari Sungai Raya, Manding, Natai Panjang, Merah Arai, Engkurai hingga Merpak. Keberadaan ruas jalan ini sangat penting karena menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat menuju pusat perdagangan di Kota Melawi.
Namun akibat kerusakan yang terus dibiarkan, aktivitas masyarakat ikut terdampak. Saat musim hujan tiba, jalan menjadi licin, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini tentu merugikan warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan, namun hingga kini belum ada penanganan berarti. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
“Jalan ini urat nadi masyarakat. Kalau terus begini, kami yang susah. Kami berharap pemerintah segera bertindak dan memanfaatkan alat berat yang ada di sekitar sini,” ujar Kancai, tokoh masyarakat asal Pinoh Utara.

Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Selain meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Melawi, masyarakat juga mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga Pemerintah Pusat agar ikut turun tangan menyelesaikan persoalan infrastruktur tersebut.

Warga menilai, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pemerintah memiliki kewajiban menjamin terselenggaranya jalan yang berfungsi dengan baik demi kelancaran transportasi dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang wajib diperhatikan pemerintah daerah.

Karena itu, masyarakat berharap perbaikan jalan segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas, peningkatan ekonomi warga, dan mencegah wilayah pedesaan terisolasi akibat akses yang rusak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kapan perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan.
(Reporter: Didy)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *