Aceh Singkil kompas1.id
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Aceh Singkil untuk segera merealisasikan komitmen dalam menyusun indikator keberhasilan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) desa.
Desakan tersebut muncul karna belum adanya kejelasan mengenai parameter evaluasi yang terukur terhadap pelaksanaan berbagai program bimtek yang telah dilaksanakan bagi aparatur desa.
EK LMND menilai, tanpa indikator yang jelas, efektivitas kegiatan bimtek sulit diukur dan berpotensi hanya menjadi agenda seremonial semata.
Surya padli Ketua EK LMND Aceh singkil menyampaikan bahwa indikator keberhasilan sangat penting sebagai acuan dalam menilai sejauh mana peningkatan kapasitas aparatur desa setelah mengikuti pelatihan.
“Kami menagih komitmen DPMK untuk tidak hanya melaksanakan bimtek, tetapi juga memastikan ada hasil konkret yang bisa diukur dan dirasakan oleh masyarakat desa,” ujarnya.
Menurutnya, indikator tersebut dapat mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik desa, transparansi pengelolaan anggaran, serta kemampuan aparatur dalam menyusun program pembangunan yang partisipatif.
Sementara itu, pihak DPMK Aceh Singkil sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menyusun indikator keberhasilan sebagai bagian dari evaluasi program. Namun hingga saat ini, realisasi dari komitmen tersebut belum terlihat secara jelas.
LMND berharap DPMK segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan masyarakat sipil, dalam merumuskan indikator yang komprehensif dan aplikatif.
“Kami akan terus mengawal isu ini agar dana dan program yang dialokasikan untuk desa benar-benar memberikan dampak nyata,” tambah perwakilan LMND.
Reporter Sabri
Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Tagih Janji DPMK Terkait Komitmen Membuat Indikator Keberhasilan Bimtek Desa












