Miris! Kondisi SD Negeri 06 Nanga Nuar Memprihatinkan, Siswa Tetap Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan

Kalimantan94 Dilihat

Kompas1.id
Nanga Nuar — Potret dunia pendidikan di daerah kembali memunculkan keprihatinan. Kondisi bangunan SD Negeri 06 Nanga Nuar, yang terletak di Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kini berada dalam keadaan rusak parah dan dinilai tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Saat awak media melakukan peninjauan langsung pada 28 Maret 2026, terlihat jelas kondisi fisik sekolah yang sangat memprihatinkan. Bagian atap bangunan tampak rapuh, berlubang, bahkan sebagian sudah jebol. Kayu penyangga terlihat lapuk dan berisiko membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar

banner 336x280

Di dalam ruang kelas, situasinya tidak kalah memprihatinkan. Ketika musim hujan tiba, air dengan mudah masuk melalui atap yang bocor, menyebabkan lantai menjadi basah dan aktivitas belajar terganggu. Meja dan kursi siswa terpaksa dipindahkan ke sudut ruangan yang dianggap lebih aman dari tetesan air hujan.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap hadir dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Hal ini menunjukkan betapa besar keinginan anak-anak di daerah untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Salah seorang orang tua murid mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu. Ia menyebutkan bahwa kondisi sekolah ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang berarti.
“Selama ini kami hanya bisa bergotong royong. Orang tua murid dan masyarakat swadaya mengumpulkan dana . sekadar menutup atap yang bocor agar anak-anak tetap bisa belajar,” ujarnya.

Upaya swadaya masyarakat tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan. Namun demikian, tentu hal ini bukan solusi jangka panjang untuk sebuah fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Kondisi bangunan yang sudah rapuh tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan dapat menimbulkan risiko yang lebih besar.

Masyarakat Nanga Nuar berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut. Mereka menginginkan adanya perhatian serius agar anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan layak, sebagaimana mestinya.
Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa. Sudah seharusnya fasilitas pendidikan mendapatkan perhatian dan prioritas utama, terlebih di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Kini, harapan besar masyarakat tertuju pada pemerintah daerah agar segera memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji. Demi masa depan generasi penerus bangsa, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Effendi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *