Garut Kompas1.id
Jajaran Polsek Banyuresmi Polres Garut mengamankan enam remaja yang diduga terlibat keributan antar kelompok di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (14/03/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.25 WIB di Pertigaan Jalan Sampora, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Keributan melibatkan dua kelompok remaja yang masing-masing berjumlah tiga orang.
Kapolsek Banyuresmi Kompol Usep Heryaman mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula dari laporan masyarakat yang melihat adanya keributan di lokasi tersebut.
“Setelah menerima laporan dari warga, anggota Polsek Banyuresmi langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengamankan situasi,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, keributan dipicu oleh persoalan sepele, yakni saling tatap antara dua kelompok remaja yang kemudian memicu emosi hingga berujung pada aksi saling pukul.
Petugas yang tiba di lokasi segera mengamankan enam remaja laki-laki yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Seluruhnya masih berstatus pelajar dengan rentang usia 16 hingga 17 tahun.
Adapun keenam remaja yang diamankan masing-masing berinisial H (16), R (16), I (16), HMI (16), MF (16), dan IRF (17) yang berasal dari wilayah Kecamatan Banyuresmi dan Leuwigoong.
“Dalam penanganan kejadian tersebut, kami melakukan sejumlah langkah di antaranya mendatangi lokasi kejadian, mengamankan para remaja yang terlibat, mendata saksi-saksi, serta mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Selain itu, kami juga memanggil orang tua masing-masing remaja untuk dilakukan mediasi serta pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.” Tambah Kapolsek.
Kapolsek Banyuresmi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada para remaja serta mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. *** Red
















