Motor Legenda Milik Bobotoh Terbakar Habis Saat Rayakan Tim Kebanggan PERSIB Ke 93 Tahun

Bandung204 Dilihat

Bandung Kompas1.id
Pada malam ini yang dipenuhi euforia di kota Bandung, ribuan pendukung setia Persib Bandung tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan hari ulang tahun klub kebanggaan mereka. Konvoi kendaraan memadati hampir seluruh ruas jalan utama, termasuk salah satu ikon kota, yaitu Jembatan Pasupati.(15/03/2026)

Bendera biru berkibar di mana-mana, suara klakson bersahut-sahutan, dan nyanyian para bobotoh menggema di udara.
Di tengah lautan manusia dan kendaraan itu, ada seorang pemuda bernama Rian yang ikut dalam rombongan konvoi. Ia mengendarai motor tuanya, sebuah Honda Astrea yang sudah menemaninya bertahun-tahun. Motor itu mungkin tidak semewah kendaraan lain yang ikut konvoi, tetapi bagi Rian, Astrea tersebut adalah sahabat setia yang selalu membawanya ke stadion setiap kali Persib bertanding.

banner 336x280

Ketika konvoi memasuki Jembatan Pasupati, arus kendaraan tiba-tiba berhenti total. Kemacetan panjang tidak terhindarkan. Ribuan motor dan mobil berhenti berdesakan, hampir tidak ada ruang untuk bergerak. Mesin kendaraan tetap menyala, suara knalpot bercampur dengan teriakan kegembiraan para bobotoh yang terus bernyanyi merayakan ulang tahun klub kebanggaan mereka.

Rian yang berada di tengah kerumunan mencoba tetap tenang. Ia sesekali mematikan mesin motornya karena udara terasa semakin panas. Namun situasi yang sangat padat membuat kendaraan di sekelilingnya tetap menyalakan mesin, menciptakan hawa panas yang terperangkap di antara deretan kendaraan.
Beberapa menit kemudian, Rian mencium bau aneh—bau seperti plastik atau kabel yang terbakar. Awalnya ia mengira bau itu berasal dari kendaraan lain. Tetapi tak lama kemudian, dari bagian bawah jok motornya muncul kepulan asap tipis. Ia langsung panik.

“Eh, motor gue kenapa ini?” gumamnya sambil turun dari motor.
Asap itu tiba-tiba berubah menjadi nyala api kecil yang muncul dari area mesin. Diduga karena panas berlebih dan kebocoran kecil pada sistem bahan bakar yang sudah tua, api dengan cepat membesar. Dalam hitungan detik, bagian bodi motor Honda Astrea milik Rian mulai dilalap api.
Orang-orang di sekitar langsung berteriak.

“Motor kebakar! Mundur! Mundur!”
Kerumunan konvoi yang sebelumnya penuh kegembiraan mendadak berubah menjadi kepanikan kecil. Beberapa pengendara buru-buru memundurkan motor mereka sejauh mungkin. Ada juga yang mencoba membantu dengan mengambil botol air mineral dan menyiramkan ke arah api, walaupun usaha itu tidak terlalu efektif.
Api semakin membesar karena bahan bakar yang masih tersisa di dalam tangki. Asap hitam membumbung ke udara di tengah kemacetan Jembatan Pasupati. Situasi semakin menegangkan karena kendaraan tidak bisa bergerak bebas akibat padatnya konvoi.
Beruntung, beberapa anggota komunitas bobotoh yang berada tidak jauh dari lokasi segera bertindak cepat. Mereka berlari mencari alat pemadam api ringan dari mobil patroli yang kebetulan berada di ujung kemacetan. Setelah beberapa menit yang terasa sangat lama, akhirnya api berhasil dipadamkan.

Motor Rian sudah hangus di beberapa bagian. Catnya menghitam, kabel-kabel meleleh, dan bau terbakar masih tercium kuat. Ia hanya bisa berdiri diam melihat motor kesayangannya yang rusak parah.
Meski begitu, ia bersyukur tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para bobotoh yang berada di lokasi juga kembali menenangkan situasi. Beberapa dari mereka menepuk bahu Rian dan mencoba menghiburnya.
“Yang penting kamu selamat, motor bisa diperbaiki atau diganti,” kata salah satu dari mereka.
Konvoi perayaan ulang tahun Persib Bandung akhirnya kembali berjalan perlahan setelah kemacetan mulai terurai. Namun kejadian motor terbakar di tengah Jembatan Pasupati itu menjadi cerita yang tidak akan dilupakan oleh banyak orang yang menyaksikannya hari itu—sebuah momen dramatis di tengah lautan perayaan dan kecintaan terhadap klub kebanggaan kota Bandung.

Wartawan = muhammad yusup hamdani

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *