PolemiK Sekda Lamteng Menguat, LSM Kaki Lampung Tagih Kejelasan Kasus Rp11 Miliar

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah – KOMPAS1.id || Gelombang kritik terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah, Welly Adiwantra, kembali mencuat. Di tengah kondisi birokrasi yang belum sepenuhnya pulih pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK, publik kini dihadapkan pada manuver baru yang dinilai kontroversial sekaligus memunculkan kembali dugaan kasus lama yang hingga kini belum jelas ujungnya.

Sorotan bermula dari langkah Welly Adiwantra yang diduga merombak sekaligus membatalkan penunjukan empat Pelaksana Tugas (Plt) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri.

Keputusan tersebut dinilai bukan sekadar perubahan administratif biasa. Sejumlah kalangan menilai langkah itu memunculkan pertanyaan serius terkait etika birokrasi serta potensi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pemerintahan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan Sekadar Manuver, Ini Tantangan Terbuka”

Ketua LSM Kaki Lampung, Lucky Nurhidayah, yang akrab disapa Kiyai Lucky, menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik langkah Sekda tersebut.

Menurutnya, pembatalan penunjukan Plt yang telah ditetapkan oleh Plt Bupati bukan hanya berpotensi menabrak etika pemerintahan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan pimpinan daerah.

“Kalau mandat itu diberikan oleh Plt Bupati, lalu tiba-tiba dibatalkan oleh Sekda, ini bukan sekadar manuver birokrasi. Ini sudah seperti menantang kewenangan pimpinan daerah,” tegas Lucky.

Ia menilai keputusan tersebut berpotensi memperkeruh situasi birokrasi Lampung Tengah yang hingga kini masih menjadi sorotan publik, terutama setelah kasus OTT KPK yang menjerat Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  MK Tegaskan MBG Tetap Sah, Anggaran Wajib Dipisah dari Pendidikan Paling Lambat 2028

Bayang-Bayang Skandal Rp11 Miliar Di tengah polemik tersebut, publik kembali diingatkan pada dugaan kasus lama yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan, yakni dugaan 387 honorer fiktif yang disebut-sebut menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp11 miliar.

Nama Welly Adiwantra sebelumnya sempat dikaitkan dalam pusaran persoalan tersebut. Namun hingga saat ini, perkembangan penanganan kasus itu nyaris tak terdengar.

Kondisi ini memicu kecurigaan di kalangan aktivis bahwa perkara tersebut seolah “mengendap” tanpa kepastian hukum.

“Kasus honorer fiktif Rp11 miliar itu bagaimana kelanjutannya? Jangan sampai publik menilai ada yang ditutup-tutupi,” ujar Lucky Nurhidayah di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2026).

Publik Menunggu Ketegasan Aparat Sorotan kini mengarah kepada Polda Lampung yang dinilai memiliki peran penting dalam membuka secara terang perkembangan penanganan perkara tersebut.

Sejumlah aktivis mulai mempertanyakan secara terbuka apakah proses hukum benar-benar berjalan sebagaimana mestinya atau justru terhenti di tengah jalan.

Jika benar terdapat potensi kerugian negara hingga miliaran rupiah, publik menilai tidak ada alasan bagi aparat penegak hukum untuk menunda atau menutup-nutupi proses penyelidikan secara transparan.

Kini satu pertanyaan besar menggantung di tengah masyarakat Lampung:

Apakah dugaan kasus honorer fiktif Rp11 miliar yang sempat menyeret nama Sekda Lampung Tengah akan benar-benar diungkap hingga tuntas, atau justru tenggelam di tengah hiruk pikuk polemik birokrasi?

Satu hal yang pasti, sorotan publik terhadap kinerja Polda Lampung semakin tajam. Jika penegakan hukum tak segera memberikan kejelasan, kecurigaan masyarakat berpotensi semakin membesar.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG
Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebersamaan
Hari Pramuka ke-65 di Lampung Utara: Ribuan Generasi Muda Teguhkan Semangat Pengabdian
Isi Pulsa Listrik Rp50 Ribu, Warga Pertanyakan Selisih Saldo dan Jumlah kWh yang Masuk ke Meteran
Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo: Sosok Pemimpin Berpengalaman Siap Bawa KONI Jawa Barat Pertahankan Takhta Juara Umum
Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ungkap Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Satu Tersangka Diamankan*
Peringati HUT RI ke-81 dan FPPI ke-17, DPD FPPI Jawa Barat Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi Bencana Sesar Lembang
Semangat Gotong Royong Warnai Persiapan Pernikahan di Desa Landau Badai
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:39 WIB

PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebersamaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Hari Pramuka ke-65 di Lampung Utara: Ribuan Generasi Muda Teguhkan Semangat Pengabdian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Isi Pulsa Listrik Rp50 Ribu, Warga Pertanyakan Selisih Saldo dan Jumlah kWh yang Masuk ke Meteran

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo: Sosok Pemimpin Berpengalaman Siap Bawa KONI Jawa Barat Pertahankan Takhta Juara Umum

Berita Terbaru