.Listyo mengatakan bahwa Gubernur Jawa Barat sudah memberikan contoh dengan melarang anak-anak sekolah yang belum waktunya naik motor.

Uncategorized16 Dilihat

Kompas1.id

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait kewajiban siswa baru menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mematuhi aturan kedisiplinan. Salah satu aturan kedisiplinan itu yakni larangan bagi siswa membawa motor ke sekolah.

banner 336x280

Listyo mengatakan bahwa Gubernur Jawa Barat sudah memberikan contoh dengan melarang anak-anak sekolah yang belum waktunya naik motor.

“Gubernur sudah ngasih contoh melarang anak-anak naik motor. Itu merupakan bagian beliau membantu kita,” kata Kapolri, dalam acara Safari Ramadhan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Dan Peresmian Rutilahu Jajaran Polda Jawa Barat” di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya di tempat yang sama, KDM sapaan Dedi Mulyadi mengatakan bahwa penerapan aturan kedisiplinan, mulai dari larangan membawa motor yang sekolahnya masih tejangkau dengan kendaraan, knalpot brong, minuman keras hingga larangan merokok, bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa sejak awal masuk sekolah. Siswa diminta menandatangani pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mematuhi aturan tersebut.

“Surat pernyataan tersebut juga wajib ditandatangani oleh orang tua. Jika siswa terbukti melanggar poin-poin dalam surat tersebut, maka mereka harus siap meninggalkan sekolah,” tegasnya.

Menurut KDM, pendidikan tidak boleh hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh perilaku siswa, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari mereka di luar jam sekolah.

“Pendidikan itu untuk membentuk karakter. Apabila ada siswa seperti ini, kami mencabut subsidi dan mereka harus keluar dari sekolahnya,” ucap KDM.

Selain untuk mengubah perilaku siswa, aturan kedisiplinan tersebut juga bertujuan untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas yang sering kali melibatkan pelajar.

KDM menambahkan bahwa daerah yang beradab bisa dilihat dari bagaimana ketertiban lalu lintasnya terjaga. Pelanggaran hanya akan menciptakan ketidakteraturan yang bisa menjadi kriminalitas.

“Saat ini banyak mereka yang menggunakan sepeda motor tidak pakai helm, knalpot brong, plat nomornya ngaco, semua itu mereka nilai itu tidak ada masalah,” ujarnya.

KDM mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menjadikan daerahnya lebih beradab, salah satunya dengan mentaati aturan lalu lintas.

“Kalau lalu lintasnya tertib, maka daerah itu adalah daerah beradab,” pungkas KDM.

 

***Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *