KOMPAS1.id || Ketegangan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran ribuan keluarga di Jawa Barat. Sebanyak 3.960 warga asal Jabar tercatat tengah berada di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh warga tersebut berada dalam pemantauan intensif. Data dihimpun dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat dan terus diperbarui mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Selain itu, terdapat pula mahasiswa dan jemaah umrah yang masih berada di wilayah terdampak akibat kondisi keamanan yang belum stabil.
Untuk memberikan ketenangan bagi keluarga di tanah air, Pemprov Jabar membuka layanan hotline 24 jam di nomor 0821-2603-0038.
Setiap laporan yang diterima akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait serta pemerintah pusat.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan komunikasi tetap terjaga,” ujar Adi.
Di sisi lain, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus dilakukan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Terkait rencana evakuasi massal, Pemprov Jawa Barat masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
Di tengah situasi yang dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi dari sumber resmi, dan memanfaatkan layanan hotline apabila membutuhkan bantuan.(Red)
















