Pemprov Jabar Telusuri Dugaan Warga Cirebon Jadi Korban Pengantin Pesanan di China

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 02:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) tengah mendalami dugaan kasus seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban praktik pengantin pesanan di China.

Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal mengenai kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Saat ini, upaya penelusuran terus dilakukan untuk memastikan keberadaan serta kondisi korban.

Menurutnya, penanganan kasus ini melibatkan koordinasi lintas lembaga karena berkaitan dengan permasalahan antarnegara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah, kata Siska, memiliki komitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan maupun tindak pidana perdagangan orang.

Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan agar proses penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Baca Juga:  Rakor Lintas Sektoral dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

DP3AKB Jabar juga telah menjalin komunikasi langsung dengan korban guna memperoleh informasi awal terkait kronologi kejadian serta lokasi terkini.

Mengingat peristiwa terjadi di luar negeri, Pemprov Jabar berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan perlindungan bagi warga negara Indonesia.

Selain itu, komunikasi turut dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai daerah asal korban agar proses pendampingan hingga pemulangan dapat berjalan sesuai prosedur.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk memberikan layanan lanjutan, mulai dari pendampingan psikologis, sosial, hingga proses reintegrasi setelah korban kembali ke daerah asalnya. Ke depan, DP3AKB Jabar berencana memperkuat langkah pencegahan melalui peningkatan edukasi masyarakat terkait berbagai modus perdagangan orang yang kerap berkedok pernikahan maupun tawaran pekerjaan.

 

 

 

Sumber: Kompas

Foto: Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual
Cegah Situasi Memanas, Polisi Evakuasi Dua Anak yang Diamankan Warga di Bojong
Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping
Sinergi Kemanusiaan: LFR Perkuat Koordinasi Bersama BPBD Kota Bandung Tekan Risiko Bencana
Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025
Dispora Dorong Busawan Muda Bertransformasi jadi Pelaku Usaha Digital
KETUA DMI KABUPATEN GARUT UCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES KEPADA KETUA DPD PARTAI GOLKAR GARUT
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIB

Cegah Situasi Memanas, Polisi Evakuasi Dua Anak yang Diamankan Warga di Bojong

Selasa, 22 September 2026 - 12:17 WIB

Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping

Selasa, 22 September 2026 - 06:49 WIB

Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025

Selasa, 22 September 2026 - 06:18 WIB

Dispora Dorong Busawan Muda Bertransformasi jadi Pelaku Usaha Digital

Berita Terbaru

Uncategorized

APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:39 WIB