Ketegangan Timur Tengah Memanas Usai Serangan Israel ke Teheran, Indonesia Tawarkan Peran Mediasi

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id ||  Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan wilayah Teheran, Iran, pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat.

Setelah serangan berlangsung, pemerintah Israel segera menutup ruang udaranya serta memberlakukan status darurat nasional sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan respons militer dari Iran, termasuk ancaman serangan drone maupun rudal.

Pihak militer Israel menyebut operasi tersebut sebagai tindakan strategis awal yang bertujuan mengurangi potensi ancaman terhadap keamanan negaranya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah laporan media internasional mengungkapkan adanya ledakan yang terdengar di ibu kota Iran. Informasi awal menyebutkan lokasi serangan berada di area yang berdekatan dengan pusat pemerintahan Iran, termasuk kawasan di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Di sisi lain, beberapa pejabat Amerika Serikat serta sumber yang memahami jalannya operasi mengindikasikan adanya keterlibatan Washington dalam aksi militer tersebut.

Baca Juga:  Lampung Utara Luncurkan Bus Damri Rute Panaragan Jaya–Kotabumi, Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pengerahan jet tempur dan kapal perang sebagai bagian dari tekanan diplomatik terkait isu program nuklir Iran.

Menanggapi perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam meredakan eskalasi konflik.

Indonesia membuka peluang menjadi fasilitator dialog guna mendorong penyelesaian damai antara pihak-pihak yang terlibat.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan disebut siap melakukan kunjungan langsung ke Teheran apabila upaya mediasi mendapat persetujuan dari kedua negara.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia siap mendukung terciptanya stabilitas dan keamanan kawasan melalui jalur diplomasi serta dialog konstruktif.(Red)

 

Sumber: Kompas

 

Foto: Presiden Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Berita Terbaru