Target 23 Ribu Sertifikat Disorot, GMNI Garut Minta Persoalan Lama PTSL Dituntaskan

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut kompas1.id —
Rencana penerbitan 23.000 sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 yang disampaikan Kantor Pertanahan Kabupaten Garut menuai sorotan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Garut.jum’at (27/02/2026)

Program sertifikasi massal yang merupakan agenda nasional di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional itu dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan. GMNI mengaku menerima laporan masyarakat terkait sertifikat tahun-tahun sebelumnya yang belum terbit, ketidakjelasan status berkas, hingga dugaan pungutan liar.
Sekretaris Cabang GMNI Garut, Luthfi Muchtar Dabigie, menegaskan bahwa penyelesaian tunggakan harus menjadi prioritas sebelum menetapkan target baru yang dinilai ambisius.

“Kami menerima laporanasyarakat mengenai sertifikat yang belum selesai dan status berkas yang tidak jelas, ini harus dijawab secara terbuka sebelum bicara target 2026,” ukatnya
Ia juga menilai narasi percepatan yang disampaikan Kepala Kantor Pertanahan, Eko Suharno, cenderung menonjolkan optimisme tanpa diimbangi transparansi atas kendala yang masih terjadi.

Menurut GMNI, komunikasi publik tidak cukup hanya menampilkan angka capaian, tetapi juga harus membuka data backlog dan progres penyelesaian agar masyarakat memperoleh kepastian hukum yang nyata.
Sementara itu, Ketua Cabang GMNI Garut, Fazha Mochamad Nazhar Nazhrullah, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak bisa diukur semata dari jumlah sertifikat yang diterbitkan
.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian dan integritas pelayanan, jika masih ada tunggakan, penyelesaiannya harus menjadi prioritas utama, oknum yang mencederai kepercayaan publik juga harus ditindak tegas,’ katanya
GMNI mendorong keterbukaan data terkait jumlah sertifikat tertunda, mekanisme pengaduan yang jelas, serta evaluasi menyeluruh sebelum target baru dijalankan. Organisasi tersebut menegaskan tetap mendukung program sertifikasi tanah untuk rakyat, selama dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Kepercayaan publik di bangun dari keberanian menyelesaikan masalah, bukan sekedar retorika target,”tutup fazha (ridickpuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan
Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan
Petugas membersihkan material lumpur dan sampah di jalan dan selokan warga.
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kecelakaan laut (laka laut) nelayan di perairan Sancang,
Penemuan Mayat di Cikelet Gegerkan Warga, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kematian
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat
Polsek Banjarwangi Tangani Laka Truk Pasir Terguling di Jalur Cikondang
Polsek Leuwigoong Evakuasi Korban Tertabrak Kereta Api di Jembatan Rel
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:03 WIB

Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan

Rabu, 22 April 2026 - 12:02 WIB

Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan

Sabtu, 4 April 2026 - 04:55 WIB

Petugas membersihkan material lumpur dan sampah di jalan dan selokan warga.

Kamis, 2 April 2026 - 08:54 WIB

Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kecelakaan laut (laka laut) nelayan di perairan Sancang,

Rabu, 1 April 2026 - 23:39 WIB

Penemuan Mayat di Cikelet Gegerkan Warga, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kematian

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB