KOMPAS1.id || Personel Polsek Pamanukan bergerak cepat merespons aksi perang sarung yang terjadi di kawasan Jalur Pantura, tepatnya di depan My Way Sukasari. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa dini hari itu sempat mengganggu arus lalu lintas serta membuat resah masyarakat sekitar.
Dipimpin Kapolsek Pamanukan, Udin Awaludin, aparat segera melakukan penelusuran di lokasi setelah menerima informasi dari warga. Meski para remaja sempat membubarkan diri saat patroli tiba, petugas tetap melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan delapan orang yang diduga terlibat.
Jumlah tersebut masih kemungkinan bertambah karena proses pendalaman dan pengembangan kasus terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Seluruh remaja yang diamankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pamanukan.
Selain itu, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa sarung yang telah dimodifikasi untuk digunakan dalam aksi tawuran serta alat komunikasi yang diduga dipakai untuk berkoordinasi sebelum kejadian.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terlebih di jalur nasional Pantura yang merupakan akses vital masyarakat.
Para remaja tersebut akan didata serta diberikan pembinaan. Orang tua masing-masing juga akan dipanggil guna memastikan adanya pengawasan lebih ketat, terutama selama bulan Ramadan pada malam hingga dini hari, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Red)










