1TH Bandung Utama Berawal dari Barcode, Berujung Bekerja, kisah Alfa di Balik 10 Ribu loker

Bandung37 Dilihat

Bandung Kompas1.id
Alfa Hakim Faryatua tak menyangka proses sederhana memindai barcode akan membawanya pada sebuah pekerjaan.

Kota Bandung
Rabu, 25 Februari 2026
Bagikan Berita Via:
Ia melamar melalui Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung pada November 2025. Beberapa waktu kemudian, ia dinyatakan lolos.

banner 336x280

“Saya mulai bekerja di Amanda sejak 22 Desember 2025. Saya diterima menjadi karyawan Amanda Brownies karena melamar melalui job fair yang diadakan oleh Disnaker pada bulan November 2025. Terima kasih,” ujarnya.

Sejak akhir Desember 2025, Alfa resmi bekerja dan menjadi bagian dari sektor ritel di Kota Bandung.

Pengalaman Alfa menjadi salah satu contoh bagaimana program fasilitasi ketenagakerjaan dimanfaatkan langsung oleh warga.

Sebagai pengingat, pada 19–20 November 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Job Fair 2025 yang diikuti 42 perusahaan dari berbagai sektor. Total lowongan yang tersedia mencapai 10.278 posisi.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada akhir 2024 berada di angka 7,4 persen. Pemkot Bandung menargetkan penurunan TPT ke angka 6 persen melalui berbagai program dan intervensi ketenagakerjaan.

Sebelumnya, pada pelaksanaan Job Fair Juni 2025, tercatat 3.380 pencari kerja hadir dan 1.443 orang atau sekitar 43 persen berhasil ditempatkan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bursa kerja menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Selain membuka akses kerja formal, Pemkot Bandung juga mendorong penguatan kewirausahaan pemuda melalui program pembinaan dan pelatihan.

Salah satunya melalui program Cempor (Camp Entrepreneur) yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.

Pada 2025, tercatat 3.713 pendaftar mengikuti proses seleksi, dengan 250 peserta terfasilitasi dalam program pelatihan dan pendampingan.

Program ini mencakup penguatan mindset kewirausahaan, pengembangan produk, pencatatan keuangan, legalitas usaha, hingga pemasaran digital.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka alternatif penghasilan bagi generasi muda, tidak hanya sebagai pencari kerja tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Upaya penurunan pengangguran di Kota Bandung dilakukan melalui berbagai jalur, baik melalui fasilitasi penempatan tenaga kerja maupun pengembangan kewirausahaan.

Kisah Alfa tadi baru satu dari cerita lainnya. Itu menjadi gambaran bagaimana akses terhadap program Pemkot Bandung dapat membuka peluang kerja nyata bagi masyarakat.

Andri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *