Anggota DPRD F- Golkar Asep Yusuf Salim Dalam Reses ke II Serap Aspirasi Guru Honorer

Politik40 Dilihat

Bandung Kompas1.id
Kegiatan reses hari kedua Asep Yusuf Salim, S.Pd.I, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar dengan menghadiri pertemuan bersama para guru yang tergabung dalam Kelompok PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan).

Dalam kegiatan tersebut hadir pula pengurus PGRI Kecamatan Banjaran yang berlangsung di Aula Al-Barkah, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin(23/02/2026).

banner 336x280

Selanjutnya pertemuan menciptakan suasana dialogis para guru dalam menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, khususnya terkait nasib guru – guru honorer, paruh waktu, serta guru PJOK.

Saat pemaparan reses tersebut, Asep Yusuf Salim mendengarkan langsung keluhan para guru yang masih berjuang di lapangan. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer yang telah lama mengabdikan diri untuk pendidikan anak bangsa.

Guru honorer jangan diremehkan mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dan berjuang demi pendidikan anak-anak kita. Kita harus memperjuangkan hak-hak mereka,” tuturnya.

Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi para guru di tingkat kabupaten, terutama terkait peningkatan status dan kesejahteraan. Menurutnya, persoalan guru paruh waktu yang saat ini menjadi polemik perlu segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Para guru merupakan teman-teman seperjuangan, karena saya berangkat dari guru. Mereka menyampaikan keluh kesah terkait video viral dan kebijakan paruh waktu yang saat ini menjadi polemik yang tidak bisa dihindari. Tentunya saya selaku wakil rakyat menerima aspirasi mereka dan harus ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bandung,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa telah ada konfirmasi mengenai audiensi antara Bupati dan Ketua DPRD dengan Forum Guru. Namun demikian, ia menilai perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban.

“Ini harus seimbang antara hak dan kewajiban. Di satu sisi guru menuntut haknya, di sisi lain ada beban yang juga harus ditingkatkan. Jangan sampai kita terlalu sibuk memikirkan pendapatan dan persoalan administrasi, sementara tugas utama mendidik anak menjadi terabaikan. Saya hanya memberikan pemahaman dari sudut pandang saya yang pernah menjadi guru dan kini menjadi anggota dewan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa masukan dari para guru akan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi yang masuk agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran di DPRD Kabupaten Bandung.

“Suara Dapil 7 bukan hanya didengar, tetapi harus diperjuangkan sampai tuntas,” pungkasnya. ***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *