Berbagai Modus Penipuan oleh Akun yang Tak Bertanggung Jawab

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Penipuan melalui pesan atau komunikasi daring semakin marak terjadi di era digital saat ini, dengan pelaku sering menggunakan akun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan identitasnya.

Mereka memanfaatkan harapan korban untuk mendapatkan bantuan keuangan atau kesempatan investasi yang menggiurkan, sehingga mudah membujuk korban untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri. Seperti yang terlihat dalam contoh percakapan, pelaku menyamar sebagai pihak yang berwenang dari suatu lembaga keuangan atau koperasi untuk memberikan kesan kredibilitas palsu.

Salah satu modus umum adalah menawarkan pinjaman dengan nilai besar dengan janji proses yang cepat dan mudah. Pelaku akan menyatakan bahwa dana pinjaman sudah ditransfer ke rekening korban, namun tidak dapat ditarik sebelum korban membayar biaya tertentu. Biaya tersebut sering diberi nama yang meyakinkan seperti “biaya pengaktifan”, “biaya administrasi”, atau “biaya asuransi pinjaman” untuk membuat korban merasa bahwa hal tersebut adalah prosedur standar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus lain yang kerap digunakan adalah memanfaatkan nama lembaga yang sudah dikenal masyarakat, seperti koperasi atau bank ternama, tanpa seizin resmi dari lembaga tersebut. Pelaku akan menunjukkan bukti palsu berupa struk transfer atau dokumen resmi yang dibuat sedemikian rupa agar tampak sah. Hal ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan korban bahwa penawaran yang diberikan adalah benar dan dapat dipercaya.

Selain itu, pelaku juga sering menggunakan tekanan psikologis agar korban cepat mengambil keputusan tanpa berpikir matang. Mereka akan menyatakan bahwa kesempatan pinjaman atau investasi hanya tersedia dalam waktu terbatas, atau bahwa dana akan dicabut jika biaya yang diminta tidak segera dibayarkan. Korban yang terburu-buru dan sedang membutuhkan dana cenderung mudah terpengaruh oleh tekanan semacam ini.

Baca Juga:  Si jago Merah Menghantam Dua Unit Rumah Penduduk Gunung Meriah Aceh Singkil Hingga Ludes Terbakar

Pelaku juga biasanya menyuruh korban untuk mentransfer uang ke rekening pribadi atau akun yang tidak terkait dengan lembaga resmi yang disebutkan. Mereka akan memberikan alasan yang tidak masuk akal seperti “rekening resmi sedang dalam perbaikan” atau “biaya tersebut harus ditransfer ke pihak ketiga untuk proses verifikasi”. Padahal, tidak ada lembaga keuangan yang sah yang akan meminta pembayaran biaya melalui rekening pribadi.

Tanda lain yang menunjukkan adanya penipuan adalah ketika pelaku tidak dapat memberikan informasi yang jelas dan terbuka mengenai lembaga yang diwakilinya. Mereka akan menghindari pertanyaan mengenai alamat kantor, nomor telepon resmi, atau izin operasional yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Selain itu, pelaku juga sering menggunakan bahasa yang tidak profesional atau terdapat kesalahan ejaan dan tata bahasa dalam pesan yang dikirimkan.

Perlu menjadi kesadaran bersama bahwa setiap penawaran keuangan yang menguntungkan secara tidak wajar dan meminta pembayaran di muka harus dianggap sebagai potensi penipuan. Korban disarankan untuk selalu memverifikasi keaslian penawaran tersebut langsung ke lembaga yang bersangkutan melalui saluran resmi, tidak mudah terpengaruh oleh janji manis, dan melaporkan setiap dugaan penipuan ke pihak berwenang agar tidak ada korban lain yang merasakan kerugian.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB