Kompas 1.id Jakarta_ Direktur Harian Advokasi Tambang Malut. Menduga, Aktor di balik kejahatan PT Arumba Jaya Perkasa.

Jakarta26 Dilihat

Kompas 1.id Jakarta_
Direktur Harian Advokasi Tambang Malut. Menduga, Aktor di balik kejahatan PT Arumba Jaya Perkasa.

PT. Arumba Jaya Perkasa dengan tahap operasional Produksi Nikel dan memiliki IUP yang terletak di kawasan Desa Saramake, Kec. Wasile Selatan. Kabupaten Halmahera Timur.

banner 336x280

HANTAM MALUT menduga, bahwa Shanti Alda Natalia adalah Otak Perampasan lahan warga secara brutal di Didesa Saramake, Kec. Wasile Selatan Kab. Halmahera Timur. Sebab beliau, memiliki posisi strategis dalam perusahan ini selaku Direktur Utama. Selain itu, Shanti Alda juga ialah salah satu anggota DPR-RI Aktif dari Fraksi PDIP.

Berdasarkan informasi yang Kami Himpun dalm beberapa bulan hari ini, PT ARUMBA JAYA memang ditolak mayoritas masyarakat desa Saramake. Namun, perusahaan berusaha bertahan dan menggunakan beragam cara agar bisa menambang di kawasan desa Tersebut, termasuk upaya paksa seperti menggusur lahan masyarakat untuk pembangunan jalan tambang (hauling) dan Jety.

Perusahaan tambang juga mengancam masyarakat akan melaporkan kalau tetap dan mempertahankan tanah mereka. Mereka mengancam melaporkan dengan tuduhan menghalang-halangi aktivitas pertambangan sebagaimana ketentuan Pasal 162 UU Pertambangan Mineral dan Batubara.

PT Arumba Jaya Perkasa, telah melakukan perampasan lahan dengan menggusur lahan masyarakat untuk membuat jalan tambang. Padahal, lahan-lahan itu adalah lahan pertanian yang sudah dikuasai turun-temurun dan dibayar pajak setiap tahun. perusahaan juga akan menyebabkan proses penyingkiran masyarakat, hingga terancam kehilangan akses tanah.

Masyarakat Desa Saramake yang mayoritas sebagai petani terancam kehilangan lahan pertanian, hingga membawa mereka dekat dengan jurang kemiskinan.

Dalam kasus di Desa Saramake ini, masyarakat nampak berjuang sendiri, tak ada dukungan pemerintahan daerah, mulai dari level terendah seperti kepala desa sampai bupati. Perjuangan masyarakat Desa Saramake, atas masa depan mereka masih terus berlangsung. Mereka tdk menyerah. Di depan mata, mereka sadar, masa depan lahan mereka terancam kalau tambang mulai mengeruk. Perjuangan mereka tdk mudah, berhadapan dengan struktur pemerintahan negara.

Padahal Instruksi Presiden Prabowo sangat jelas. Siapa saja yang terlibat melakukan kejahatan terutama masalah pertambangan, akan disikat habis. Nyatanya kecaman Presiden itu hanya berbasis gertakan sambal dihadapan para pemain tambang, terutama Direktur PT Arumba Jaya Perkasa (Shanti Alda Natalia).

(N – Dj).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *