Menko Polkam: Kekuatan TNI AU Bertumpu pada Disiplin Prajurit dan Kesiapan Alutsista

Berita, TNI65 Dilihat

Malang,– KOMPAS1.id || Kekuatan udara suatu bangsa tidak semata-mata diukur dari kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan dari kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapan setiap prajurit dalam menjalankan tugasnya. Dalam dunia penerbangan militer, satu kelalaian kecil dapat berdampak besar, bukan hanya secara teknis, tetapi juga strategis.

banner 336x280

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, saat melakukan peninjauan alutsista di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh bersama jajaran pejabat Kemenko Polkam. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan personel dan alutsista TNI Angkatan Udara tetap dalam kondisi optimal.

Dalam arahannya di Skuadron 32, Menko Polkam menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab mengoordinasikan kesiapan satuan di lingkungan TNI, Polri, serta BIN, termasuk empat kementerian terkait. Karena itu, evaluasi dan pembenahan terus dilakukan guna memastikan seluruh unsur pertahanan dan keamanan negara berada dalam kondisi siap setiap saat.

Ia menekankan bahwa kesiapan TNI merupakan kebutuhan mutlak di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan karena potensi konflik dapat terjadi kapan saja.

Menko Polkam juga mengingatkan seluruh prajurit TNI AU agar terus meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan penguasaan alutsista, sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional apabila dibutuhkan sewaktu-waktu. Ia menegaskan bahwa kepercayaan negara kepada TNI Angkatan Udara adalah amanah besar yang harus dijaga dengan dedikasi dan tanggung jawab tinggi.

Selain kesiapan pertahanan, Menko Polkam turut mengapresiasi peran TNI AU dalam operasi kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peran angkutan udara dinilai sangat vital dalam mempercepat distribusi bantuan serta pemulihan situasi di wilayah terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Polkam melihat langsung sejumlah alutsista strategis yang menjadi andalan Lanud Abdulrachman Saleh, yakni pesawat angkut C-130 Hercules, Cassa 212, serta pesawat tempur EMB-314 Super Tucano. Armada tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas pasukan, operasi militer, hingga misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas prajurit melalui pembinaan berkelanjutan dan optimalisasi dukungan fasilitas pangkalan, guna memastikan setiap tugas dapat dilaksanakan secara maksimal.

Menutup arahannya, Menko Polkam kembali menegaskan pentingnya membangun TNI yang kuat, didukung anggaran memadai, serta kesiapan personel dan alutsista yang terjaga. Ia mengingatkan bahwa pengabdian prajurit adalah dharma bakti kepada bangsa dan negara, yang harus dijalankan dengan penuh integritas serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *