Subulussalamkompas1 id
Subulussalam, Indonesia – Bapak Walikota Subulussalam, M. Rasyid, membuat kejutan dengan meminta KPK RI, Bareskrim Polri, dan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk mengaudit penyebab tingginya angka defisit kota Subulussalam saat menjawab Host Zona Aspirasi kompas Tv. Permintaan ini disampaikan setelah Hak Interpelasi bergulir ke Hak Angket.
Langkah ini sejalan dengan tantangan dari Ketua Fraksi RABBANI, yang meminta ketiga fraksi yang menggulirkan Hak Angket untuk bekerja sama dengan penegak hukum. “Masyarakat kota Subulussalam mengharapkan kepada KPK, Kejagung, dan Bareskrim untuk mengamini permohonan walikota supaya bisa turun mengaudit membekak defisit,” ujar seorang warga Subulussalam.
Menurut pengamat politik, langkah walikota ini menunjukkan keseriusan untuk mencari tahu penyebab defisit dan siap bekerja sama dengan penegak hukum. “Jika walikota memang bersih, maka tidak ada alasan untuk tidak meminta audit secara keseluruhan,” katanya.
Masyarakat Subulussalam berharap agar proses audit dapat dilakukan secara transparan dan adil, sehingga hasilnya dapat dipercaya. “Kami mendukung penuh langkah walikota dan berharap agar penegak hukum dapat segera mengambil tindakan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat kota Subulussalam mengharapkan permintaan walikota Semoga di Aminkan oleh KPK RI, Bareskrim Polri, dan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk turun ke kota Subulussalam terkait Difisit (Ramona)















