Limbah Kebakaran Pabrik Pestisida Cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 Km

Berita, Jakarta54 Dilihat

KOMPAS1.id || Kebakaran sebuah pabrik pestisida di kawasan pergudangan Serpong, Kota Tangerang Selatan, menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Limbah bahan kimia yang terbawa aliran air dilaporkan mencemari Sungai Cisadane hingga sejauh 22,5 kilometer.

Berdasarkan keterangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Kamis (12/2/2026), pencemaran tersebut menjangkau wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang. Dampak yang terpantau di antaranya kematian sejumlah biota air seperti ikan mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu.

banner 336x280

Untuk memastikan tingkat pencemaran, KLH bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) telah mengambil sampel air dari bagian hulu dan hilir sungai, serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan juga akan diperluas ke Sungai Jaletreng, air tanah, dan organisme perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman melalui pengujian ilmiah dan laboratorium. Ia juga mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk sementara waktu tidak memanfaatkan air sungai guna kebutuhan sehari-hari karena berisiko menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata, hingga masalah pernapasan akibat paparan uap kimia.

Ribuan Kilogram Pestisida Terbakar Dalam peristiwa tersebut, sekitar 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama hangus terbakar. Bahan yang terbakar diketahui mengandung sipermetrin dan profenofos, zat yang umum digunakan untuk pengendalian hama pertanian.

Air bekas pemadaman yang tercampur residu kimia diduga mengalir ke sungai dan menjadi sumber pencemaran. Menurut Hanif, kondisi ini berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan sekaligus membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Insiden kebakaran terjadi pada Senin (9/2) di sebuah pabrik yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Proses pemadaman berlangsung selama tujuh jam dan melibatkan penggunaan dua truk pasir untuk mengatasi api yang dipicu bahan kimia mudah terbakar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan distribusi air bersih kepada warga tetap aman. Wali Kota Benyamin Davnie menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola layanan air bersih guna menjaga kualitas pasokan.

Selain itu, Dinas Perkimta bersama BPBD juga menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada warga yang terdampak pencemaran.(Red)

 

Sumber: detik

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *