Pangkormar Hadiri Rapat Pimpinan TNI AL 2026, Perkuat Arah Strategis Pembangunan Kekuatan Maritim

Berita, TNI23 Dilihat

KOMPAS1.id || Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/02/2026).

Rapim TNI AL 2026 menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan strategis serta memperkuat soliditas jajaran TNI Angkatan Laut.

banner 336x280

Dalam arahannya, Kasal menekankan pentingnya kesamaan visi dan sinergi seluruh unsur TNI AL dalam menjalankan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertahanan, serta Panglima TNI.

Kasal mengajak seluruh peserta rapat untuk aktif menyampaikan gagasan konstruktif yang mampu menghasilkan langkah-langkah inovatif dan terukur. Hal tersebut dinilai penting guna mewujudkan TNI AL yang semakin modern, profesional, memiliki daya tangkal yang kuat di kawasan, serta mampu berperan di tingkat global.

Selain itu, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi fokus utama pembahasan. Penguatan alutsista dilaksanakan melalui pembangunan kapal perang di galangan dalam negeri maupun melalui kerja sama luar negeri. Untuk platform yang telah dikuasai teknologinya, produksi dilakukan oleh industri pertahanan nasional.

Sementara untuk jenis yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, pengadaan dilakukan melalui kerja sama dengan skema transfer teknologi dan transfer pengetahuan.

Ke depan, TNI AL menargetkan peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional sehingga kebutuhan alutsista dapat dipenuhi secara mandiri.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan maritim Indonesia.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa TNI AL tetap memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia, termasuk dalam penegakan hukum di laut.

Kehadiran unsur-unsur TNI AL di berbagai perairan dinilai sangat vital dalam mencegah kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan dan aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi merugikan negara.

Melalui Rapim TNI AL 2026, diharapkan terbangun kesamaan langkah dan komitmen yang kuat dalam menghadapi dinamika serta tantangan pertahanan maritim, sekaligus memperjelas arah pembangunan kekuatan TNI AL di masa mendatang. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *