Akses Utama Rusak Parah, Warga Silat Hilir Harapkan Perbaikan Jalan Segera dan Keterlibatan Perusahaan Sawit

Kalimantan307 Dilihat

Kompas1.id
Kapuas Hulu – Perigi, Kamis 8 Januari 2026
Kondisi jalan menuju Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Ruas jalan yang menjadi akses utama menuju pusat kecamatan sekaligus penghubung sejumlah desa tersebut kini mengalami kerusakan parah di hampir sepanjang jalurnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan berlubang, dipenuhi genangan air, licin, serta berlumpur, terutama saat musim hujan. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, sementara kendaraan roda empat sering terjebak dan mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak layak dilalui.

banner 336x280

Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat Kecamatan Silat Hilir, khususnya warga Desa Penai, Desa Sentabai, Desa Tekalong, Desa Salat, serta desa-desa lainnya. Selain menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan kecamatan, jalan ini juga digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, keperluan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

“Kalau hujan turun, jalan ini benar-benar sulit dilewati. Motor sering jatuh, mobil pun susah lewat. Padahal ini satu-satunya akses menuju kecamatan,” ujar salah seorang warga yang ditemui saat melintas di lokasi.
Warga menuturkan bahwa kondisi kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama. Selama ini, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, jalan kembali rusak dan berlumpur seperti semula.

Ironisnya, demi menjaga agar jalan tetap dapat dilalui, salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, ia menimbun lubang-lubang jalan dan meratakan bagian yang rusak agar kendaraan bisa melintas.
“Apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan sendiri. Kalau menunggu perbaikan dari pihak terkait, takutnya jalan ini semakin parah dan tidak bisa dilewati sama sekali,” ungkapnya.

Upaya mandiri tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Namun demikian, warga menegaskan bahwa perbaikan jalan secara permanen tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Mereka berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, segera turun tangan dan melakukan perbaikan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain pemerintah, warga juga berharap adanya keterlibatan pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Silat Hilir. Pasalnya, jalan tersebut juga kerap digunakan oleh kendaraan perusahaan, mulai dari mobil operasional hingga truk bermuatan hasil perkebunan yang lalu lalang setiap hari. Aktivitas kendaraan bertonase berat ini dinilai turut mempercepat kerusakan jalan

“Jalan ini bukan hanya dipakai warga, tapi juga dipakai perusahaan sawit keluar masuk. Sudah seharusnya pihak perusahaan ikut bertanggung jawab dan ambil bagian dalam perbaikan jalan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat Kecamatan Silat Hilir berharap adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan kelapa sawit untuk bersama-sama memperbaiki infrastruktur jalan tersebut. Mereka menilai, perbaikan jalan yang layak akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas warga, peningkatan perekonomian desa, serta optimalnya pelayanan publik.
“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki dengan layak dan permanen. Jangan sampai akses utama menuju kecamatan terus-menerus rusak dan menyulitkan masyarakat,” tutup seorang warga penuh harap.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *