FMPK-AS: Larangan Kritik Bukti Pemerintahan Mulai Takut Pada Kebenaran

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil Kompas1.id
Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Aceh Singkil (FMPK-AS) kembali bersuara lantang menanggapi dugaan larangan kritik yang disebut-sebut berasal dari lingkaran Prokopim Setdakab Aceh Singkil. Bagi organisasi mahasiswa itu, persoalan ini bukan sekadar perihal kliping atau aturan internal—ini sinyal jelas bahwa ada pejabat publik yang mulai alergi terhadap kenyataan.

Ketua FMPK-AS, M. Yunus, menegaskan bahwa pelarangan kritik merupakan tanda bahwa roda pemerintahan sedang bergerak ke arah yang keliru.
“Kalau pemerintah bekerja benar, mereka tidak perlu takut pada kritik. Orang yang alergi kritik biasanya menyadari ada sesuatu yang mereka tutupi,” ujar M. Yunus dalam rilis resminya.

Menurut FMPK-AS, upaya mengarahkan agar berita-berita bernada kritik tidak dimasukkan dalam kliping resmi pemerintah adalah tindakan yang usang, memalukan, dan jauh dari semangat transparansi.
“Ini bukan era kegelapan demokrasi. Ini tahun 2025. Masyarakat tidak bodoh, berita bisa diakses di mana saja. Menyensor kliping tidak akan membuat persoalan hilang, justru mempertelanjanginya,” tegas M. Yunus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

FMPK-AS juga menilai alasan “kesepakatan awal tahun” yang digunakan Kabag Prokopim untuk membenarkan tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpahaman terhadap prinsip kerja pers.
“Jangan menjadikan nama wartawan sebagai tameng untuk tindakan keliru. Media yang sehat tidak akan pernah mau terlibat dalam penguburan kritik,” lanjutnya.

Baca Juga:  Tim Protokoler Wapres Sedang Memberikan Penjelasan Tentang Rencana Kunjungan Wapres RI ke Aceh Singkil

Lebih jauh, FMPK-AS menyoroti kondisi Aceh Singkil saat ini: banjir yang terus berulang, infrastruktur yang rusak parah, kelangkaan BBM, pelayanan publik yang amburadul, hingga koordinasi pemerintah yang sering lambat. Dalam situasi seperti itu, kata M. Yunus, kritik justru harus dibuka seluas-luasnya.
“Yang harus dibenahi itu kerja pemerintah, bukan suara rakyat. Jangan dibalik.”

Ia juga menyebut bahwa upaya membungkam kritik adalah cara paling mudah untuk membaca karakter sebuah kekuasaan.
“Ketika kritik disingkirkan, itu tanda ada pejabat yang mulai merasa dirinya raja kecil. Padahal jabatan itu amanah, bukan tameng untuk memoles citra.”

FMPK-AS menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam.
“Kalau ada pejabat yang risih dikritik, itu masalah pribadi mereka. Tapi jangan menggunakan institusi pemerintah untuk menutup-nutupi ketidakmampuan sendiri. Kami meminta Bupati Aceh Singkil turun tangan mengevaluasi siapa pun yang menganggap kritik sebagai musuh,” tegas M. Yunus.

Di akhir pernyataan, M. Yunus mengingatkan bahwa kritik adalah bagian penting dari demokrasi dan kontrol publik.
“Selama Aceh Singkil masih punya rakyat yang peduli, jangan pernah bermimpi kritik bisa dibungkam. Aceh Singkil bukan daerah yang bisa dikelola dengan menutup mata lalu berharap masalah hilang sendiri.”

Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru