Peringati HUT, PDAM Tirta Perwitasari Resmikan Monumen Pompa Peninggalan Belanda Tahun 1925

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO – kompas1.id
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo memperingati hari ulang tahun berdirinya perusahaan yang jatuh pada tanggal 12 Desember. Peringatan tahun ini ditandai dengan peresmian “Monumen Pompa” yang terletak di halaman kantor pusat PDAM sebelah barat, pada Jumat (12/12/2025).

Puncak peringatan HUT ke-51 akan digelar pada Jumat malam dengan Sholawatan Akbar di Alun-alun Purworejo. Acara ini akan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dari Majelis Azzahir, Pekalongan.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa peresmian monumen ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya merawat ingatan sejarah mengenai perjalanan teknologi air bersih di Kabupaten Purworejo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Monumen yang diresmikan tersebut Merupakan mesin pompa asli peninggalan tahun 1925. Menurut Hermawan, pompa ini memiliki nilai filosofis tinggi sebagai simbol awal masuknya teknologi perpompaan modern di wilayah Purworejo, yang bermula di kawasan Tuksongo.

“Jika kita membuka sejarah, tahun 1925 adalah awal berdirinya perusahaan air bersih yang saat itu Leideng. Awalnya, fasilitas ini dibangun khusus untuk kepentingan kolonial Belanda, terutama untuk kebutuhan militer dan operasional kereta api yang melintasi jalur Purworejo,” ujar Hermawan.

Hermawan menambahkan, meskipun secara fisik pompa tersebut masih utuh dan bagus, secara fungsi alat tersebut sudah tidak efisien lagi untuk digunakan di masa kini yang telah beralih ke sistem komputerisasi digital. Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk mengabadikannya sebagai monumen agar masyarakat dan generasi muda tidak melupakan sejarah.

Dalam wawancaranya, Hermawan juga memaparkan transformasi panjang pengelolaan air di Purworejo. Setelah masa kemerdekaan, perusahaan Leideng milik Belanda diambil alih oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dikelola di bawah bendera Urusan Saluran Air Minum (USAM).

Tonggak sejarah baru terjadi pada 12 Desember 1974, ketika Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo secara resmi mendirikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui SK Nomor 85 Tahun 1974. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai hari ulang tahun perusahaan. Status badan usaha ini kemudian berubah kembali pada tahun 2003 menjadi Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Air Bersih Tirta Perwitasari.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama Direktur dan Management Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo.

“Momentum sejarah ini, di mana dulu air bersih hanya untuk kepentingan Belanda, kini kita ubah sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Purworejo,” tegas Hermawan.

Sebelum acara peresmian monumen, PDAM Tirta Perwitasari telah menggelar rangkaian kegiatan sosial sejak awal Desember. Kegiatan dimulai dengan aksi donor darah pada 9 Desember 2025 yang melibatkan 50 peserta dari kalangan karyawan dan umum.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial ke berbagai panti, termasuk Panti Jiwa, Panti Jompo, dan Panti Asuhan. Selain itu, kegiatan spiritual juga dilakukan melalui acara Mujahadah yang dipimpin oleh KH. Muhammad Samidin dari Loano, serta pengajian bersama KH. Habib Sholeh setelah apel pagi pada hari Jumat.

Memanfaatkan momentum ulang tahun ini, Hermawan menekankan semangat “gas pol” bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan pelayanan.

“Insya Allah awal tahun depan kita berencana masuk untuk melayani daerah perbatasan Grabag dan Ngombol,” ungkapnya.

Perluasan layanan air bersih ini juga ditekankan sebagai bagian dari dukungan PDAM terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di Kabupaten Purworejo melalui penyediaan air bersih yang layak.

Terkait dokumentasi sejarah, Hermawan mengakui bahwa penyusunan buku sejarah PDAM sempat terhenti karena wafatnya penulis sebelumnya, Atas Danusubrata. Namun, pihak manajemen berkomitmen untuk merangkum kembali bukti-bukti sejarah agar dapat dipelajari oleh masyarakat, khususnya para siswa sekolah yang sering melakukan kunjungan edukasi ke fasilitas pengolahan air PDAM. ( Mr. Bien )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi ” Projo ” yang memanjakan Masyarakat Untuk Kenyamanan memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Pemudik.
Pasar Ramadan 1447 H Digelar di KDKMP Desa Suren, Dorong UMKM dan Sentra Pandai Besi
Buka Puasa Bersama Direktur dan Management Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo.
Dandim 0708 Pimpin Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap l 2026
Danrem 072 Pamungkas Resmikan Jembatan Gantung Garuda di Desa Plipir Purworejo
Komunitas Budaya Arahiwang Moncer Adakan Buka Bersama den Bagikan Bingkisan kepada Anak Yatim Dan 3 Media sebagai Partner.
Laskar Langit Akan Bekerja sama dengan ICW, MAKI soroti Dugaan Pengaturan Lelang Proyek dan Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab Purworejo
Reses Anggauta DPRI Komisi IX Nafa Urbach di Kabupaten Purworejo .
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:28 WIB

Inovasi ” Projo ” yang memanjakan Masyarakat Untuk Kenyamanan memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Pemudik.

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:04 WIB

Pasar Ramadan 1447 H Digelar di KDKMP Desa Suren, Dorong UMKM dan Sentra Pandai Besi

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:58 WIB

Buka Puasa Bersama Direktur dan Management Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo.

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:33 WIB

Dandim 0708 Pimpin Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap l 2026

Senin, 9 Maret 2026 - 12:07 WIB

Danrem 072 Pamungkas Resmikan Jembatan Gantung Garuda di Desa Plipir Purworejo

Berita Terbaru

Daerah

‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:21 WIB

Uncategorized

Jumat Berkah: Kebaikan Sederhana yang Membawa Berkah Luas

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:11 WIB

Uncategorized

RIYAK KECIL KEBAIKAN, BERKAH YANG MELANGIT

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:03 WIB