PATI, Media Kompas1.id
Senin, 24 Agustus 2026 — Rekening Bank Mandiri milik Supriono alias Mas Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), dikabarkan mengalami pemblokiran atau penundaan transaksi pada Senin (24/8/2026).
Menurut keterangan yang disampaikan pihak terkait, penundaan transaksi tersebut diinformasikan oleh pihak Bank Mandiri dan disebut terjadi atas adanya permintaan dari pihak pemerintah. Namun demikian, alasan dan dasar resmi mengenai penundaan transaksi tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak Bank Mandiri maupun instansi pemerintah yang disebut mengajukan permintaan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekening yang mengalami kendala transaksi tersebut dikabarkan memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta. Dana tersebut disebut berasal dari dana pribadi Supriono serta dana donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung keperluan aksi unjuk rasa warga Pati yang rencananya akan dilaksanakan di Gedung DPR RI, Jakarta.
Kabar tertahannya rekening tersebut menjadi perhatian karena dana yang berada di dalam rekening diklaim tidak hanya merupakan dana pribadi, tetapi juga terdapat dana donasi yang diperuntukkan bagi kegiatan masyarakat.
Pihak AMPB diharapkan dapat meminta penjelasan secara resmi dan tertulis kepada Bank Mandiri mengenai status rekening tersebut, termasuk alasan penundaan transaksi, dasar hukum atau surat perintah yang permintaan penundaan.
Apabila benar terdapat permintaan dari pihak pemerintah, publik juga perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai dasar kewenangan dan prosedur yang digunakan. Hal tersebut penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dugaan bahwa penundaan rekening berkaitan dengan rencana penyampaian aspirasi masyarakat Pati di Jakarta.
Di sisi lain, pihak bank memiliki kewajiban untuk menjalankan ketentuan perbankan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, seluruh pihak sebaiknya menunggu penjelasan resmi dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum dasar serta status rekening tersebut dapat diverifikasi.
AMPB juga diharapkan dapat menunjukkan bukti-bukti pendukung mengenai asal-usul dana, termasuk pencatatan dana pribadi dan dana donasi, sehingga penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan.
Peristiwa ini menjadi sorotan menjelang rencana aksi warga Pati di Gedung DPR RI.
Masyarakat berharap persoalan rekening tersebut dapat segera mendapatkan kejelasan dan penyelesaian sesuai ketentuan hukum, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Catatan: Informasi mengenai adanya permintaan dari pihak pemerintah dalam rilis ini merupakan keterangan yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Bank Mandiri dan pihak pemerintah terkait. Belum ada kesimpulan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum.
( ARS )














