
– Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli. mengeluarkan pernyataan tegas terkait maraknya syarat diskriminatif dalam iklan lowongan kerja.
Melalui kampanye terbaru Kemnaker, Menaker Yassierli menegaskan: “Kerja itu soal skill, bukan wajah dan umur.”
> “Lowongan kerja tidak boleh lagi pakai syarat good looking dan batas usia. Yang kita cari itu kompetensi dan kemampuan,” tegas Menaker Yassierli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
LARANGAN SYARAT DISKRIMINATIF.
Kemnaker menyoroti beberapa syarat yang sering muncul di job portal dan dinilai tidak relevan, antara lain:
1. Good looking / Berpenampilan menarik
2. Batas usia maksimal contoh: maksimal 27 tahun
3. Status pernikahan
4. Jenis kelamin tertentu jika tidak terkait dengan pekerjaan
Menurut Menaker, syarat-syarat tersebut menghambat kesempatan kerja bagi pencari kerja yang memiliki kompetensi tetapi tidak memenuhi kriteria fisik atau usia.
FOKUS PADA KOMPETENSI DAN SKILL.
Kebijakan ini bertujuan menciptakan rekrutmen yang adil dan berbasis meritokrasi. Perusahaan didorong untuk menilai calon pekerja berdasarkan pendidikan, pengalaman, sertifikasi, dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.
> “Banyak tenaga kerja usia 40+ yang punya pengalaman luar biasa tapi tersisih karena batas usia. Ini harus kita ubah,” lanjut Menaker.
SANKSI DAN PENGAWASAN.
Kemnaker akan berkoordinasi dengan platform pencari kerja untuk menghapus iklan yang mengandung unsur diskriminasi. Perusahaan yang melanggar akan dikenai sanksi mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin.
Masyarakat juga diimbau untuk melapor jika menemukan lowongan kerja dengan syarat diskriminatif melalui kanal resmi Kemnaker.
Langkah tegas ini mendapat apresiasi luas dari publik. Tagar Kerja Itu Soal Skill dan Stop Diskriminasi. sempat trending di media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut.
Penulis: Zul
Redaksi
Kompas1.Id.










