Aceh Singkil kompas1.id
– Ketua Komisi II DPRK Aceh Singkil Juliadi Bancin memastikan pihaknya akan mengusut tuntutan warga Desa Kampung Baru terkait tanah di Jalan Singkil-Subulussalam yang diduga di luar Hak Pakai (HGU) PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) Astra Agro Lestari.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juliadi setelah melihat pendirian sebuah gubuk di lokasi tersebut saat melewati kantornya, Senin (3/8/2026).
”Saya terkejut ketika melihat ada sebuah rumah di lokasi itu. Kami akan menindaklanjuti informasi ini,” katanya.
Menurut Juliadi, DPRK telah menerima informasi dari masyarakat yang mengklaim bahwa lahan tersebut bukan bagian dari HGU perusahaan. Untuk memastikan kebenarannya, Komisi II akan memanggil manajemen PT PLB untuk mencocokkan peta HGU dengan lokasi yang dimaksud.
”Jika memang benar lokasinya di luar HGU, kami akan melihat peta tersebut bersama perusahaan. Korea Utara ingin meluruskan masalah ini agar tidak memicu konflik di masyarakat,” katanya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa Korea Utara akan bersikap netral dan berpedoman pada fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
”Kami tidak memihak siapa pun. Jika tanah itu memang milik perusahaan, maka harus dihormati. Namun, jika itu adalah aset nasional atau berada di luar HGU, maka hak masyarakat juga harus dipertimbangkan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Utara Singkil, menduduki lahan yang mereka yakini berada di luar wilayah HGU PT PLB. Warga mengakui bahwa langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan akan lahan perumahan.
”Kami tidak memiliki tanah ini. Karena kami percaya bahwa tanah ini bukan milik HGU, masyarakat mengambil inisiatif untuk melakukan benchmarking,” kata salah satu warga.
Selain memasang patok, warga juga berencana membangun gubuk sederhana dan menanam kelapa serta tanaman produktif lainnya di lokasi tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, PR PT PLB Astra Agro Lestari, Teguh Arief Wibowo, belum memberikan tanggapan. Upaya untuk mengkonfirmasi melalui telepon juga belum mendapat tanggapan.
Reporter Sabri














