Gubernur Dedi Mulyadi: Gelombang Panas di Eropa Jadi Pelajaran Jaga Lingkungan

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat menjadikan gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sebagai pelajaran penting untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim yang semakin terasa nyata harus direspons dengan upaya nyata menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dalam pesannya, Dedi menyoroti kondisi di wilayah Eropa yang saat ini mengalami kenaikan suhu hingga tingkat ekstrem. Fenomena tersebut telah menimbulkan korban jiwa serta mengganggu berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Coba lihat di Eropa, cuaca panas ekstrem. Banyak orang yang meninggal karena tidak kuat menghadapi suhu yang sangat panas,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar bangunan dan rumah di kawasan Eropa didesain untuk menghadapi musim dingin, sehingga jarang dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan. Akibatnya, ketika gelombang panas melanda, masyarakat kesulitan beradaptasi dengan cepat.

“Rumah-rumah di sana didesain untuk cuaca dingin sehingga jarang menggunakan pendingin ruangan. Akhirnya mereka berebut mencari tempat untuk berenang di sungai dan tempat-tempat yang menyediakan fasilitas pendingin ruangan,” tambahnya.

Menurut Dedi, kejadian ini membuktikan bahwa cuaca ekstrem merupakan dampak jangka panjang dari kerusakan lingkungan yang terus berlangsung. Perubahan suhu yang semakin tidak menentu menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Bersama Forkopimda dan Anggota DPR RI Resmikan dan Ground Breaking Ruas Jalan Sedayu–Sukaraja–Kanoman Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026

“Suhu yang terus berubah dan perubahan iklim yang terjadi diakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Jawa Barat dan seluruh Indonesia untuk menjaga kawasan hutan, daerah aliran sungai, serta mata air yang masih dimiliki agar tetap terjaga kelestariannya. Selain menjaga alam, Dedi juga menekankan pentingnya membangun hunian yang disesuaikan dengan karakteristik iklim tropis di Indonesia.

Desain rumah yang selaras dengan kondisi lingkungan, katanya, akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca tanpa harus bergantung sepenuhnya pada peralatan pendingin.

“Desain rumah harus disesuaikan dengan kondisi kita sebagai masyarakat tropis,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Dedi mengajak masyarakat untuk menjadikan setiap hari sebagai pengingat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia juga mengimbau agar menghindari segala tindakan yang dapat merusak alam, mengingat dampaknya akan langsung dirasakan oleh manusia sendiri.

“Semoga hari ini membawa kecerahan dan kebahagiaan serta memberi semangat untuk menjaga diri, keluarga, alam, dan lingkungan. Jangan melakukan tindakan yang berlebihan karena kerusakan yang ditimbulkan hanya akan membawa kesengsaraan bagi orang lain dan kegelisahan bagi pelakunya,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Hari Kedua Rangkaian Kegiatan APKASI di Deli Serdang, Bupati Aceh Singkil Ikuti Dialog Otonomi Daerah yang Dibuka
Puan Maharani: Pengisian Komisaris BUMN Harus Utamakan Profesionalisme dan Kompetensi
ORARI Lampung Utara Siap Ambil Peran Strategis, Perkuat Sinergi dengan Pemda Dukung Pembangunan Daerah
Bupati Hamartoni Hadiri Hari Bhayangkara Ke-80, Tegaskan Sinergi Pemda dan Polri Perkuat Keamanan Lampung Utara
Wacana Pilkada Lewat DPRD Resmi Terkubur, MK Ketok Palu: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
WAKIL BUPATI SINTANG RESMI BUKA PEKAN UMUM WAPIN GPSK KE-15
Sekda OKU Abaikan Putusan PTUN, Ketua Umum JMI Yudi Hutriwinata Sentil Keras: Contoh Buruk Kepatuhan Hukum dan Jauh dari Good Governance! Perdana, Sekda OKU Sumsel di Gugatn PMH Ke PN Baturaja buntut abaikan putusan PTUN yang telah inkracht.
Bupati Dadang Supriatna Buka Bimtek SISKEUDES, Tekankan Transparansi dan Larangan Manipulasi Data Keuangan Desa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:01 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi: Gelombang Panas di Eropa Jadi Pelajaran Jaga Lingkungan

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:57 WIB

‎Hari Kedua Rangkaian Kegiatan APKASI di Deli Serdang, Bupati Aceh Singkil Ikuti Dialog Otonomi Daerah yang Dibuka

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:58 WIB

Puan Maharani: Pengisian Komisaris BUMN Harus Utamakan Profesionalisme dan Kompetensi

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:53 WIB

ORARI Lampung Utara Siap Ambil Peran Strategis, Perkuat Sinergi dengan Pemda Dukung Pembangunan Daerah

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:08 WIB

Bupati Hamartoni Hadiri Hari Bhayangkara Ke-80, Tegaskan Sinergi Pemda dan Polri Perkuat Keamanan Lampung Utara

Berita Terbaru