LAMPUNG UTARA – KOMPAS1.ID || Penantian panjang masyarakat akhirnya mulai terjawab. Setelah bertahun-tahun bergantung pada jembatan bambu yang rapuh hingga akhirnya hanyut dan tidak lagi dapat digunakan, kini harapan baru hadir melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Negeri Sakti, Kecamatan Sungkai Barat, dengan Desa Cahaya Makmur, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang dilaksanakan Kodim 0412/Lampung Utara sebagai upaya membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.
Pada Jumat (26/6/2026) sejak pukul 08.00 WIB, semangat gotong royong tampak mewarnai lokasi pembangunan di atas Sungai Tulang Mas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Babinsa Koramil 412-02/Sungkai Selatan, Praka Heru, bersama lima warga bahu-membahu memasang fondasi utama berupa rangka besi cor yang menjadi penyangga jembatan gantung sepanjang 16 meter dengan lebar 1,7 meter.
Pekerjaan tersebut bukan tanpa tantangan. Sungai Tulang Mas memiliki lebar sekitar 10 meter dengan karakter arus yang cukup deras. Pada musim hujan, tinggi muka air dapat mencapai 5,5 meter sehingga kerap memutus akses penghubung antarwilayah.
Selama jembatan tidak tersedia, aktivitas masyarakat, mulai dari mengangkut hasil pertanian, berdagang, hingga anak-anak menuju sekolah, sering kali terhambat bahkan terhenti saat debit sungai meningkat.
Salah seorang warga mengaku pembangunan jembatan ini menjadi harapan besar yang telah lama dinantikan.
“Dulu kami hanya memiliki jembatan bambu yang akhirnya rusak dan hanyut. Setelah itu, warga harus memutar dengan jarak yang jauh. Kini kami bersyukur karena TNI hadir membangun Jembatan Perintis Garuda yang akan menjadi akses utama masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
“Jembatan ini menjadi jalur untuk membawa hasil bumi dan jalan anak-anak menuju sekolah. Saat sungai meluap, kami benar-benar terisolasi. Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi kami.”
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi sedikitnya 242 kepala keluarga atau sekitar 1.098 jiwa di dua desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Kehadiran Praka Heru di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di pedesaan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata sinergi TNI AD bersama masyarakat dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar warga.
Di tengah keterbatasan wilayah, semangat kebersamaan terus dibangun demi membuka akses, memperlancar perekonomian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok Lampung Utara.
Sumber: TNI/LU
Editor wep / Kompas1.id














