Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
​BANDUNG, REDAKSI – Sebuah kabar duka sekaligus peringatan keras datang dari daratan Eropa. Seperti yang terlihat Prancis tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang membara, dengan suhu melonjak drastis hingga menyentuh angka 40°C. Fenomena alam yang mengerikan ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 40 orang warga di sana.

​Peristiwa tragis di Paris ini bukan sekadar berita mancanegara yang lewat begitu saja, melainkan sebuah alarm nyata bagi kita semua mengenai ancaman nyata dari perubahan iklim global (climate change).
​Mengapa Gelombang Panas Bisa Mematikan?
​Secara edukatif, penting untuk kita pahami bahwa tubuh manusia memiliki batas toleransi terhadap suhu lingkungan. Ketika suhu udara luar menyamai atau melebihi suhu normal tubuh (sekitar 36°C – 37°C), kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat akan menurun drastis. Kondisi ini dapat memicu beberapa risiko kesehatan fatal, antara lain:
​Heat Exhaustion (Kelelahan Akibat Panas): Ditandai dengan pusing, keringat berlebih, mual, dan lemas.

Heat Stroke (Sengatan Panas): Kondisi darurat medis ketika suhu tubuh melonjak hingga 40°C atau lebih dalam waktu singkat. Hal ini dapat merusak otak serta organ dalam lainnya, dan jika tidak ditangani segera, dapat menyebabkan kematian—sebagaimana yang menelan korban jiwa di Prancis saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Edukasi dan Kesiapsiagaan untuk Warga Bandung
​Meski secara geografis Kota Bandung berada di dataran tinggi yang relatif sejuk, fluktuasi cuaca ekstrem akibat pemanasan global tetap mengintai kita kapan saja. Sebagai langkah antisipasi dan edukasi, berikut adalah beberapa hal mendasar yang wajib kita terapkan jika menghadapi hari-hari dengan cuaca panas yang tidak biasa:
​Jaga Hidrasi Tubuh: Jangan menunggu haus untuk minum air putih. Konsumsi air secara berkala untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Baca Juga:  Berikan Tali Asih, HIPAKAD Kota Bandar Lampung Kunjungi Marbot Masjid Yang Jadi Korban Penganiayaan

​Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi kegiatan fisik berat di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
​Gunakan Pelindung Diri: Jika harus keluar rumah, manfaatkan payung (seperti yang terlihat dilakukan oleh para turis di sekitar Menara Eiffel pada foto topi, pakaian berbahan longgar/cerah, serta tabir surya (sunscreen).

Perhatikan Kelompok Rentan: Lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit bawaan (komorbid) adalah kelompok yang paling berisiko tinggi terkena dampak buruk cuaca ekstrem.
​Tragedi yang terjadi di Prancis adalah cerminan bagi kita untuk lebih peduli pada lingkungan. Mari kita mulai dari hal kecil di lingkungan sekitar kita—seperti menjaga kelestarian pohon dan mengurangi emisi karbon—demi menjaga bumi ini tetap aman untuk generasi mendatang.
​Bandung, 25 Juni 2026

Penulis: Bob Hariawan (Kabiro Kota Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026, Kodim 0411/KM dan Warga Kota Metro Pererat Kebersamaan Hingga Subuh
Prabowo Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kedaulatan Bangsa, Dorong Swasembada Pangan dan Energi
Puluhan Tahun Terisolasi, Kini Terhubung! Dandim 0412/LU Resmikan Jembatan Perintis Garuda untuk Ribuan Warga Lampung Utara
*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*
Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Way Kanan Gelar Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Banjit
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Olahraga Bersama dan Dukung Ketahanan Pangan
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Percepat Akses Ekonomi dan Pemerataan Hingga Pelosok
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:00 WIB

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:49 WIB

Nobar Piala Dunia 2026, Kodim 0411/KM dan Warga Kota Metro Pererat Kebersamaan Hingga Subuh

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:58 WIB

Prabowo Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kedaulatan Bangsa, Dorong Swasembada Pangan dan Energi

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:35 WIB

Puluhan Tahun Terisolasi, Kini Terhubung! Dandim 0412/LU Resmikan Jembatan Perintis Garuda untuk Ribuan Warga Lampung Utara

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:06 WIB

*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*

Berita Terbaru

Uncategorized

Seperti Binatang Bahkan Lebih Sesat

Kamis, 25 Jun 2026 - 02:04 WIB