Lebak,- KOMPAS1.id || 19-Juni-2026 -Kenaikan harga BBM non- Subsidi jenis Pertamax diduga menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan roda empat, termasuk mobil -mobil mewah, yang beralih mengantre untuk mendapatkan BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut menuai sorotan tajam dari masyarakat yang menilai penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan mewah yang tidak sesuai dengan tujuan awal pemberian subsidi pemerintah,dan kami sangat kecewa sering tidak mendapatkan BBM pertalite dikarenakan sering habis diduga terlalu banyak kendaraan mewah roda empat yang mengisi BBM subsidi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masarakat berharap pemerintah dapat memperketat pengawasan serta menerapkan aturan yang lebih tegas terhadap penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.pasalnya pertalite selama ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah hingga menengah kebawah, sehingga keberadaannya diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan.
Sejumlah Warga mengaku khawatir jika kendaraan mewah terus menggunakan BBM pertalite,maka kuota subsidi akan semakin cepat habis’ dan berpotensi menyulitkan masarakat kecil dalam memperoleh bahan bakar.mereka meminta pemerintah pusat, Pertamina dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM subsidi.
“Pemerintah harus memberikan batasan yang jelas terhadap kendaraan yang berhak menggunakan pertalite.Jangan sampai masarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat justru kesulitan mendapatkan BBM pertalite subsidi karena digunakan oleh kendaraan yang tergolong mampu,”ungkap sala seorang warga.
Masarakat sangat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat di SPBU serta penerapan sistem pendataan kendaraan agar distribusi BBM subsidi dapat berjalan lebih adil dan tepat sasaran.dengan demikian tujuan pemerintah dalam memberikan subsidi energi kepada masyarakat kecil yang membutuhkan dapat benar tercapai.
(Kaperwil” ARS )














