Kompas1.id
Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan segenap unsur pimpinan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada Kamis (18/6). Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan tersebut, Bakamla menyampaikan rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim di DIY sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan maritim nasional, khususnya di kawasan Laut Selatan.
Menanggapi rencana itu, Sri Sultan menyambut baik program yang dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah. “Kalau saya tidak keberatan, karena bagi saya itu juga penting untuk berada di selatan,” ujarnya usai pertemuan.
Ia menjelaskan, pembahasan saat ini masih bersifat awal dan belum masuk ke rincian teknis. “Ya nanti kira-kira kebutuhannya apa saja. Kita belum bicara sampai di sana,” tambah Sri Sultan.
Sementara itu, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah menyatakan posisi strategis DIY di Pulau Jawa membuat pengawasan di kawasan Laut Selatan menjadi hal yang mendesak. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi keamanan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang bisa muncul di masa mendatang.
Pembangunan stasiun pemantauan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan ketertiban di wilayah perairan selatan sekaligus mendukung kedaulatan dan keamanan laut secara nasional.
Mulyoko















