KOMPAS1.id || Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali berduka. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Banjir tidak hanya melanda Desa Landau Badai, tetapi juga berdampak pada sejumlah desa lain di wilayah pedalaman yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Bagi masyarakat Silat Hulu, bencana banjir seolah menjadi langganan tahunan yang terus berulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap kali musim hujan tiba, masyarakat kembali dihantui rasa cemas akan naiknya permukaan air yang dapat merendam rumah, kebun, fasilitas umum, hingga mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.
Masyarakat menilai bahwa wilayah pedalaman, khususnya desa-desa yang berada di kawasan hulu dan bantaran sungai, masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dan penanganan bencana. Kondisi ini membuat warga semakin rentan ketika banjir datang.
“Kami bukan menuntut sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin ada perhatian yang nyata agar masyarakat di pedalaman juga dapat merasakan pembangunan dan perlindungan yang sama seperti daerah lainnya,” ungkap salah seorang warga.
Banjir yang kembali melanda menjadi suara hati masyarakat Silat Hulu yang selama ini berharap adanya langkah konkret dalam penanganan banjir, peningkatan infrastruktur, serta pembangunan yang lebih merata.
Warga berharap aspirasi mereka tidak hanya menjadi bahan kampanye saat pemilu, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang dapat dirasakan manfaatnya.Di tengah kesulitan yang dihadapi, semangat kebersamaan masyarakat tetap menjadi kekuatan terbesar.
Warga saling membantu mengevakuasi barang-barang, menjaga keselamatan keluarga, dan bergotong royong menghadapi musibah yang datang.
Bencana ini juga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kawasan hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.
Hari ini, Silat Hulu kembali berduka. Di balik genangan air yang merendam kampung-kampung di pedalaman, terdengar suara masyarakat yang mendambakan keadilan pembangunan, perhatian yang berkelanjutan, dan solusi nyata agar generasi mendatang tidak lagi tumbuh dalam bayang-bayang banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Banjir mungkin merendam rumah dan jalan, tetapi jangan sampai merendam semangat masyarakat Silat Hulu untuk terus bertahan, bangkit, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu mereka.
Reporter didy














