KOMPAS1.id || Hampir tiga dekade Kabupaten Kapuas Hulu terus bergerak dalam berbagai agenda pembangunan. Pergantian pemimpin silih berganti, program demi program diluncurkan, dan janji pemerataan pembangunan terus disampaikan kepada masyarakat.
Namun di tengah perjalanan tersebut, satu pertanyaan masih menggema dari masyarakat Kecamatan Silat Hulu: kapan pembangunan yang adil dan merata benar-benar hadir di daerah ini?
Sebagai salah satu kecamatan dengan wilayah yang luas dan potensi yang besar, Silat Hulu semestinya menjadi bagian penting dalam prioritas pembangunan daerah. Namun realitas yang dirasakan masyarakat masih jauh dari harapan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi kehidupan warga, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pelayanan publik, hingga kini masih membutuhkan perhatian yang lebih serius.
Masyarakat tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan hak yang sama seperti yang dinikmati masyarakat di wilayah lain.
Mereka ingin merasakan akses transportasi yang layak, pelayanan publik yang memadai, serta pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok pedalaman.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa Silat Hulu masih tertinggal di tengah berbagai program pembangunan yang terus digulirkan?
Padahal daerah ini memiliki representasi yang cukup kuat di lembaga legislatif. Saat ini terdapat enam anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan yang mencakup wilayah Silat Hulu dan sekitarnya. Kehadiran mereka membawa harapan besar bagi masyarakat.
Warga percaya bahwa para wakil rakyat tersebut mampu menjadi penyambung aspirasi sekaligus memperjuangkan kebutuhan pembangunan yang selama ini dinantikan.
Namun hingga hari ini, sebagian masyarakat masih merasa belum melihat perubahan yang signifikan. Berbagai persoalan yang bertahun-tahun disampaikan masih menjadi keluhan yang sama.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana aspirasi Silat Hulu telah diperjuangkan dan diwujudkan dalam kebijakan maupun program pembangunan.
Masyarakat berharap para wakil rakyat tidak hanya hadir saat masa kampanye atau ketika membutuhkan dukungan politik.
Lebih dari itu, mereka menginginkan keberpihakan yang nyata melalui perjuangan anggaran, pengawasan pembangunan, dan program-program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Silat Hulu tidak membutuhkan janji baru. Yang dibutuhkan adalah realisasi. Masyarakat sudah terlalu sering mendengar rencana dan komitmen, tetapi masih menunggu bukti nyata di lapangan.
Tidak sedikit warga yang merasa bahwa Silat Hulu selama ini hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan daerah.
Ketika wilayah lain terus mengalami kemajuan, masyarakat Silat Hulu masih harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan yang seharusnya sudah lama mendapat perhatian dan solusi.
Padahal, esensi pembangunan yang berkeadilan bukanlah pembangunan yang hanya berpusat pada wilayah tertentu.
Pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa memandang letak geografis, jarak dari pusat pemerintahan, maupun kedekatan dengan pusat kekuasaan.
Masyarakat Silat Hulu tidak ingin terus menjadi pelengkap dalam dokumen perencanaan pembangunan. Mereka ingin menjadi bagian dari kemajuan daerah yang sesungguhnya.
Mereka ingin merasakan kehadiran pemerintah dan para wakil rakyat melalui kebijakan yang berpihak, program yang tepat sasaran, serta pembangunan yang nyata.
Suara yang disampaikan masyarakat hari ini bukanlah suara kemarahan, melainkan suara harapan. Harapan agar para wakil rakyat yang telah diberi amanah mampu memperjuangkan kepentingan daerah dengan lebih kuat.
Harapan agar pemerintah daerah lebih peka melihat kondisi yang dihadapi masyarakat. Dan harapan agar pembangunan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi hadir dalam bentuk jalan yang layak, jembatan yang berfungsi, pelayanan yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena pada akhirnya, masyarakat Silat Hulu tidak meminta untuk diistimewakan. Mereka hanya meminta keadilan, pemerataan, dan perhatian yang sama sebagai bagian dari Kabupaten Kapuas Hulu.
Sebab kemajuan daerah yang sesungguhnya adalah ketika tidak ada lagi wilayah yang merasa tertinggal, tidak ada lagi masyarakat yang merasa dianaktirikan, dan tidak ada lagi kecamatan yang hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.
Reporter: Didy.














