SUBULUSSALAM, KOMPAS1.ID
Isu hangat mengenai kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak warga mulai mempertanyakan, apakah program unggulan yang digagas Presiden tersebut akan terus berjalan atau justru terhenti di tengah jalan. Keraguan itu makin terasa di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, terutama di salah satu wilayahnya yang hingga saat ini sama sekali belum tersentuh manfaatnya.
Kota Subulussalam yang terbagi dalam 5 kecamatan, nyatanya masih menyimpan satu wilayah yang sama sekali belum merasakan kehadiran MBG, yaitu Kecamatan Longkib. Padahal program ini digembar-gemborkan sebagai langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah sekaligus menunjang masa depan generasi bangsa.
Berdasarkan hasil pantauan dan penelusuran Kompas1.id, sesungguhnya di Kecamatan Longkib sudah tersedia bangunan dapur MBG yang dibangun untuk melayani seluruh kebutuhan pangan bergizi di wilayah tersebut. Dapur yang dimaksud terletak di Desa Panji, tepatnya di Dusun Ginasing. Bangunan itu sudah berdiri kokoh sejak beberapa waktu lalu, namun sampai detik ini belum beroperasi sama sekali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini pun menimbulkan tanya besar sekaligus harapan yang makin lama makin terpendam di hati masyarakat sekitar. Mereka terus menanti, kapan tepatnya dapur yang sudah ada itu akan dibuka dan mulai melayani anak-anak sekolah di wilayahnya.
Padahal, kebutuhan akan program ini di Kecamatan Longkib terbilang sangat mendesak. Wilayah yang terdiri dari 10 desa ini memiliki sejumlah sekolah yang tersebar merata di setiap desa, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SLTA). Belum lagi tersedia sejumlah sekolah swasta yang juga menampung ribuan siswa. Namun ironisnya, tak satu pun sekolah di seluruh kecamatan ini yang sudah menikmati jatah makan bergizi gratis tersebut.
“Sudah lama kami menanti, anak-anak pun sering bertanya kapan bisa makan enak dan bergizi dari program yang sering kami dengar itu. Dapurnya saja sudah ada di Dusun Ginasing, tapi kenapa sampai sekarang tidak dijalankan? Ini kan katanya program unggulan Presiden, kenapa Longkib yang juga bagian dari kota Subulussalam malah ditinggalkan?” ujar salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Longkib saat diwawancarai, baru-baru ini.
Menurut tokoh tersebut, keraguan masyarakat makin besar belakangan ini menyusul maraknya isu yang beredar soal masa depan program MBG. Banyak pihak yang bertanya-tanya: apakah program ini benar-benar akan diteruskan, atau justru hanya akan menjadi janji yang tak kunjung terwujud, terutama di daerah-daerah seperti Longkib yang fasilitasnya justru sudah siap tapi tidak dimanfaatkan.
“Kalau memang mau dilanjutkan, seharusnya dapur yang sudah ada itu langsung difungsikan. Jangan biarkan hanya jadi bangunan kosong tanpa manfaat. Ribuan anak di 10 desa di sini sudah sangat membutuhkan asupan gizi yang layak. Jangan sampai mereka tertinggal dari anak-anak sekolah di kecamatan lain yang sudah lebih dulu menikmati program ini,” tambahnya dengan nada penuh harap sekaligus kekhawatiran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait baik di tingkat kota maupun provinsi mengenai alasan belum dioperasikannya dapur MBG diDusun ginasing Desa Panji tersebut. Masyarakat pun terus berharap agar ada kejelasan segera, sekaligus kepastian apakah program yang dinanti-nanti itu akan tetap berlanjut dan segera menyentuh Kecamatan Longkib yang selama ini terabaikan.(Ramona)














